Rumah BUMN BRI Jakarta Barat Bina Puluhan Ribu UMKM

Share

Rumah BUMN BRI di bawah naungan BRI Kantor Cabang S Parman, Jakarta Barat, mencatat telah menaungi sekitar 11.000 pelaku UMKM hingga tahun 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Dari total tersebut, sebanyak 6.000 pelaku usaha aktif mengikuti program pelatihan, termasuk Esty Harti Supriyatin (52), pemilik usaha Peyek Mpok Esty yang berhasil mengembangkan bisnisnya melalui digitalisasi dan pemanfaatan QRIS BRI.

Koordinator Rumah BUMN BRI, Jajang Rohmana, mengonfirmasi status pembinaan tersebut dan menjelaskan tingkatan program yang dirancang bagi para pelaku usaha lokal agar bisa naik kelas.

"Tingkatannya terdiri dari Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global. Sebenarnya, kelas Go Digital itu ditujukan untuk mendorong UMKM agar siap menguasai pasar global. Namun, karena tidak semua jenis produk bisa diekspor ke luar negeri, fokus utama kami saat ini adalah mengoptimalkan proses digitalisasi," jelas Jajang Rohmana, Koordinator Rumah BUMN BRI.

Jajang menambahkan bahwa lembaga tersebut berkomitmen memberikan fasilitas menyeluruh tanpa memungut biaya dari para pelaku UMKM.

"Program kami bukan hanya sebatas pelatihan, tetapi ada juga program-program lain yang memfasilitasi perkembangan UMKM, salah satunya pengurusan legalitas. Karena permasalahan UMKM itu banyak dan bermacam-macam, jadi program-program di Rumah BUMN dirancang untuk melengkapi semua kebutuhan tersebut," jelas Jajang Rohmana, Koordinator Rumah BUMN BRI.

Sebelum mengembangkan usahanya di Jakarta sejak 2014, Esty Harti Supriyatin sempat bekerja sebagai sales material bangunan di Pemalang serta menjadi penjual asongan dan asisten rumah tangga.

"Brand saya Peyek Mpok Esty. Ini produk kedua saya Kembang Goyang. Saya memulai usaha ini dari coba-coba dulu," ujar Esty Harti Supriyatin, Pemilik Usaha Peyek Mpok Esty.

Ide bisnis tersebut muncul secara tidak sengaja pada tahun 2017 ketika seorang tetangga di Klender, Jakarta Timur, meminta diajarkan membuat rempeyek.

"Pindah ke sini tahun 2014 karena sesuatu hal. Pertamanya di Jakarta jadi penjual asongan keliling, terus sempat juga jadi asisten rumah tangga. Belum usaha seperti ini," ungkap Esty Harti Supriyatin, Pemilik Usaha Peyek Mpok Esty.

Setelah belajar resep dasar dari suaminya, Esty memulai produksi skala kecil dengan modal awal sebesar Rp 25.000 untuk membeli seperempat kilogram bahan baku.

"Pertamanya karena tetangga tadinya minta diajarin bikin peyek. Dia nyoba, terus nggak bisa. Terus nanya ke saya, sedangkan saya sendiri belum bisa," kenang Esty Harti Supriyatin, Pemilik Usaha Peyek Mpok Esty.

Dagangan yang dititipkan di warung tersebut laris, sehingga Esty memperluas varian rasa produk kembang goyang dan rempeyek miliknya.

"Terus saya coba beli alat kembang goyang. Akhirnya saya nyoba bikin kembang goyang. Pertamanya cuma peyek, sekarang jadi ada kembang goyang tiga rasa original, wijen, sama keju," imbuh Esty Harti Supriyatin, Pemilik Usaha Peyek Mpok Esty.

Melalui Rumah BUMN BRI, Esty mendapatkan bantuan desain dan cetak kemasan gratis sebanyak 100 buah agar tampilan produknya menjadi lebih modern.

"Jadi ini didesain sama BRI. Saya terima bersihnya seperti ini. Kemasannya dapat 100 pcs. Alhamdulillah banget makanya Jadi lebih bening, lebih cerah," terang Esty Harti Supriyatin, Pemilik Usaha Peyek Mpok Esty.

Selain kemasan, Esty juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menyusun strategi promosi dan teks iklan di media sosial usahanya.

"Itu yang sekarang lagi tren kan. Saya terapkan itu dalam bisnis gitu. Jadi di media sosial usaha saya udah pake AI juga untuk promosi-promosinya copywriting-nya gitu. Supaya lebih menarik," jelas Esty Harti Supriyatin, Pemilik Usaha Peyek Mpok Esty.

Kini, usaha Esty telah merambah sistem prapesan serta mengikuti berbagai bazar, dengan mengandalkan sistem pembayaran digital untuk mempermudah transaksi penjualan.

"QRIS BRI banyak manfaatnya, transaksinya cepat, kita nggak ribet urus kembalian, dan semua uang masuk langsung tercatat aman di rekening BRI," jelas Esty Harti Supriyatin, Pemilik Usaha Peyek Mpok Esty.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author