Prabowo Subianto Soroti Pentingnya Kerja Sama Elite dalam Menjaga Bangsa
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kerja sama di antara elite pemerintahan agar sebuah negara mampu bangkit dari keterpurukan dan mencapai potensi terbaiknya. Penegasan tersebut disampaikan dalam acara Sarasehan Kebangsaan di JICC, Senayan, Jakarta, pada Jumat, 26 Juni 2026, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Prabowo mengungkapkan bahwa pemahaman mengenai dinamika perjalanan suatu bangsa diperoleh dari hobinya mempelajari sejarah. Ia meyakini ruang kebersamaan selalu ada di tengah perbedaan karena setiap warga negara pada dasarnya mencintai tanah air.
"Inilah yang saya lihat dari apa yang saya pelajari dari sejarah, karena salah satu hobi saya, passion saya adalah sejarah," paparan Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Melalui pelajaran dari sejarah ribuan tahun, Prabowo menilai ketidakmampuan elite untuk bekerja sama akan membuat suatu bangsa sulit berkembang. Menurutnya, kegagalan komunikasi antarpemimpin justru menjadi pemicu kemunduran.
"Dari apa yang saya belajar dari sejarah ribuan tahun, bangsa-bangsa yang elite-nya bisa kerjasama itu bangsa itu yang bangkit. Bangsa yang elite-nya selalu tidak bisa kerjasama, bangsa itu tidak bisa mencapai potensinya," sambung Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Masyarakat Indonesia juga diminta untuk tetap peka terhadap situasi geopolitik global saat ini, termasuk konflik berkepanjangan di Ukraina. Prabowo membandingkan durasi perang tersebut yang kini telah melampaui masa Perang Dunia Kedua.
"Kalau kita lihat rasnya sama, sukunya sama, agamanya juga banyak yang sama, perangnya itu sampai puluhan ribu korban mati selama tiga bulan dan perang di Ukraina sudah lebih lama dari perang dunia kedua," sebut Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Selain Ukraina, situasi konflik di Gaza, Palestina, turut menjadi perhatian serius kepala negara. Kondisi wilayah Gaza saat ini digambarkan hancur menyerupai dampak pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945.
"Ini semua kuncinya adalah antara lain, elite yang tidak bisa kerjasama. Saya kira kita perlu untuk renungkan masalah bernegara," ucap Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Dalam perannya memimpin negara, Prabowo menyatakan komitmennya untuk terus mengedepankan komunikasi dan persuasi kepada publik. Pemilihan umum dinilainya sebagai mekanisme nyata dari pelaksanaan kedaulatan rakyat dalam sistem demokrasi.
"Jadi kedaulatan rakyat wujudnya adalah demokrasi, demokrasi wujudnya adalah pemilihan," sebut Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Sebagai penutup, ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menghentikan perselisihan terkait hasil pemilihan umum yang telah berlalu. Perselisihan dinilai hanya memicu kegaduhan dan kebencian yang tidak produktif, sementara negara-negara lain sedang fokus memacu kesejahteraan mereka.