Pemerintah Korea Selatan Desak WNI Jaga Kepercayaan Bebas Visa
Pemerintah Korea Selatan didorong untuk menerapkan kebijakan bebas visa penuh bagi wisatawan asal Indonesia, namun warga negara Indonesia (WNI) diminta menjaga kepercayaan menyusul adanya insiden pelarian rombongan menjadi imigran ilegal pada pertengahan Juni 2026, dilansir dari Detikcom.
Kebijakan bebas visa bagi wisatawan grup dari Indonesia yang minimal terdiri dari tiga orang sebenarnya telah berlaku sejak 28 Mei lalu. Namun, sejumlah oknum kedapatan melarikan diri sesaat setelah tiba di Bandara Incheon untuk menjadi imigran ilegal.
"Ini tantangan buat kita," kata Cecep Herawan, Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan.
Situasi ini disayangkan karena kepatuhan warga Indonesia terhadap aturan yang berlaku sangat menentukan penguatan kepercayaan dari Pemerintah Korea Selatan. Jika komitmen ini dijaga bersama, peluang memperoleh fasilitas bebas visa penuh akan semakin terbuka lebar.
"Kalau kita bersama-sama menjaga itu, akan lebih memudahkan juga tidak hanya ke Korea nantinya, bagaimana warga negara Indonesia bisa dengan leluasa dan tanpa tanpa kesulitan, tanpa satu proses yang panjang, bisa berkunjung ke negara-negara sahabat lainnya," kata Cecep Herawan.
Saat ini tercatat ada sekitar 86 ribu warga Indonesia yang menetap di Korea Selatan. Keberadaan diaspora, pekerja migran, hingga mahasiswa ini dinilai memiliki peran krusial dalam memperkuat hubungan bilateral antar kedua negara.
"Kontribusi diaspora, pekerja migran, mahasiswa, dan komunitas Indonesia menjadi salah satu fondasi yang sebetulnya kuat dalam hubungan people-to-people kita," ujar Cecep Herawan.
Hubungan bilateral ini juga diperkuat melalui berbagai program pertukaran masyarakat, termasuk kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan Korsel beberapa waktu lalu.
"Karena itu, saya merasa memiliki ikatan yang khusus dengan Indonesia," ujar Gi-hyeon Kim, Ketua Komite Persahabatan Majelis Nasional Korea Selatan-Indonesia.
Pihak Korea Selatan juga menyatakan kesiapannya untuk menjadi mitra strategis dalam mendukung perkembangan sektor industri masa depan di Indonesia.
"Saya dapat mengatakan dengan yakin bahwa Korea Selatan akan menjadi mitra yang paling kooperatif dan negara yang dapat membantu Indonesia memperoleh manfaat ekonomi terbesar," ujar Gi-hyeon Kim.
Kerja sama kedua negara ke depan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.
"Dalam kaitan itu, saya berharap akan semakin banyak peluang untuk investasi ekonomi, alih teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia antara Indonesia dan Korea," ujar Gi-hyeon Kim.