AIIB Siapkan Dana US$17 Miliar untuk Proyek Infrastruktur Indonesia

Share

Pemerintah Indonesia mendapatkan komitmen pendanaan sebesar US$17 miliar dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) untuk membiayai proyek produktif hingga tahun 2029. Dilansir dari Bloomberg Technoz, kepastian alokasi dana tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta pada Jumat (26/6/2026).

Skema penyaluran dana ini dirancang sebagai pembiayaan proyek yang menyerupai skema investasi, bukan penambahan utang konvensional.

"AIIB itu kan ngasih US$17 miliar bukan ngutang, itu project financing sebetulnya. Jadi sebenarnya kalau saya bilang ini seperti orang investasi ke sini. Kita menggunakan investasi untuk proyek yang produktif, tapi bunganya lebih daripada investor biasa dan barangnya jadi milik kita," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Fasilitas pembiayaan ini siap dicairkan kapan saja oleh pihak AIIB sepanjang pemerintah mampu menyediakan program atau proyek yang memenuhi kriteria kelayakan.

"Itu available bisa diambil sampai 2029. Mereka bilang kalau proyeknya ada ya sudah langsung cairkan," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Kerja sama ini juga mencakup rencana pendirian kantor cabang AIIB di Indonesia, yang akan didukung pemerintah melalui penyediaan aset negara berupa tanah dan bangunan menganggur.

"AIIB juga ingin buka kantor cabang di Indonesia. Kalau saya hitung-hitungan, kalau dikasih pinjam US$17 miliar bolehlah kita kasih kantor cabang. Kita janji ke mereka akan sediakan tanah dan bangunan untuk mereka pakai," sebut Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Saat ini proses identifikasi aset representatif tengah berjalan demi mengejar target operasional kantor cabang tersebut pada Juni 2027 agar bisa melayani kawasan ASEAN langsung dari Jakarta.

"Akan kita sediakan, sedang kita cari mana yang cocok. Kita lihat aset kita yang mana yang pas, yang cukup representatif bisa dipakai kantor cabang AIIB. Juni sudah beroperasi, tahun depan. Sehingga ASEAN nanti dilayani dari Jakarta, maunya saya begitu," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Sejumlah proyek infrastruktur seperti pembangunan jalan tol di Sumatra telah diidentifikasi sebagai potensi penerima dana, walau penentuan skala prioritas masih akan digodok lebih lanjut.

"Sudah ada beberapa, misalnya jalan tol di Sumatra. Nanti kita cari proyek mana yang kita butuh uang. Mereka mau ngasih US$17 miliar. Itu lebih bagus," jelas Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Menteri Keuangan menilai model pendanaan dari AIIB ini sangat menguntungkan negara karena kepemilikan aset secara penuh tetap berada di tangan pemerintah setelah pembangunan selesai.

"Jadi pembangunan kita dibiayai seperti investor masuk, tapi akhirnya punya kita. Jadi untung, bukan rugi," pungkas Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author