Ekspor Minyak Teluk Persia Pulih 75 Persen Pascaperdamaian AS-Iran
Ekspor minyak mentah dari Teluk Persia dilansir dari Bloombergtechnoz pulih setidaknya hingga 75 persen dari tingkat sebelum perang pada Jumat (26/6/2026). Pemulihan ini terjadi sepekan pascapenandatanganan kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran. Pengiriman minyak mentah dari kawasan tersebut mencapai hampir 13 juta barel per hari dalam tiga hari hingga Rabu pekan ini.
Namun, sebagian besar volume tersebut berasal dari tumpukan kargo terdampar milik Iran dan negara lain yang mulai dibersihkan. Meskipun aliran minyak berjalan sekitar 40 persen di atas rata-rata paruh pertama Juni, keberlanjutan pemulihan ini masih dipertanyakan. Jumlah kapal tanker yang bersedia memasuki kembali Teluk Persia guna menormalisasi ritme pengiriman masih belum pasti.
Pengukuran tingkat ekspor pasca-perdamaian yang sebenarnya juga terhambat karena sejumlah kapal tanker tanpa sinyal lokasi terus beroperasi. Di sisi lain, para pejabat Amerika Serikat memperkirakan aliran minyak sebenarnya jauh lebih tinggi.
Proses pembukaan kembali Selat Hormuz diprediksi akan menghadapi hambatan serius. Kelompok angkatan laut Inggris melaporkan sebuah kapal terkena proyektil tidak dikenal di jalur air tersebut pada Kamis (25/6/2026), beberapa jam setelah sejumlah kapal kargo berbalik arah. Sistem ekspor minyak Teluk menunjukkan ketangguhan di tengah ketidakpastian volume lalu lintas. Organisasi Maritim Internasional berencana mengevakuasi kapal untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz, sementara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mengandalkan jalur pipa darurat darat.
Arus pascaperdamaian ini mencakup pergerakan minyak mentah melalui Hormuz, ekspor Arab Saudi dari pelabuhan Yanbu, pengiriman Uni Emirat Arab dari Fujairah, serta lonjakan kargo Iran yang sebelumnya terdampar di lepas pantai pelabuhan Chabahar dekat Pakistan.