Satgas PRR Sinkronkan Program Pemulihan Pasca-Bencana di Sumatera
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Kasatgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian mempercepat penyelarasan program pemulihan infrastruktur dan lahan masyarakat di wilayah terdampak bencana Sumatera pada Jumat (26/6/2026).
Langkah penataan ulang ini diambil guna memastikan efektivitas pemulihan pasca-bencana yang melibatkan kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah, seperti dilansir dari Detikcom. Koordinasi intensif diarahkan untuk memetakan seluruh program agar kebutuhan warga di wilayah terdampak dapat terpenuhi secara merata tanpa ada aspek yang terlewat.
"Posko agar minta detail rencana kegiatan K/L yang tergabung dalam Satgas baik yang sudah turun anggaran dari Kemenkeu maupun yang belum. Juga kegiatan pemda-pemda untuk pemulihan bencana," kata Tito, dalam keterangan tertulis, Jumat (26/6/2026).
Upaya konsolidasi dan monitoring berkala dipusatkan di Kabupaten Aceh Timur serta Kabupaten Aceh Utara sejak Senin (22/6). Evaluasi tersebut mencakup percepatan pembangunan hunian tetap, perbaikan akses jalan, jembatan, penyerapan Transfer ke Daerah (TKD), hingga pengelolaan Bantuan Keuangan Khusus (BKK).
"Agar bisa kita cek dan sinkronkan. Jangan ada yang overlapping atau yang ditinggalkan," sambung Tito, Kasatgas PRR Pascabencana Sumatera.
Prioritas pendanaan juga diarahkan pada sektor infrastruktur vital yang mendesak, terutama setelah Kementerian Keuangan mengucurkan dana puluhan triliun rupiah untuk mendukung pengerjaan fasilitas publik di lapangan.
"Harusnya dibahas juga hal-hal yang urgent yaitu jalan jembatan, Menteri PU (Pekerjaan Umum) sudah turun anggarannya Rp 22 triliun dari Kemenkeu (Kementerian Keuangan), dan huntap," ujar Tito, Kasatgas PRR Pascabencana Sumatera.
Saat ini Pemerintah Kabupaten Aceh Timur sedang merampungkan perencanaan dana TKD senilai Rp 1,356 triliun dan BKK sebesar Rp 52 miliar dari hibah tiga daerah. Target penyelesaian administrasi ditetapkan pada Juli agar realisasi fisik dapat segera dipacu pada Agustus mendatang.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mengelola alokasi TKD sebesar Rp 1,6 triliun didampingi dana hibah antardaerah senilai Rp 32 miliar. Satgas PRR mendorong percepatan harmonisasi regulasi agar penyerapan anggaran pemulihan berjalan optimal.
Sektor pertanian di kedua wilayah tersebut turut menunjukkan kemajuan signifikan, di mana perbaikan sawah rusak ringan di Aceh Timur mencapai 66,6% dan sawah rusak sedang di Aceh Utara menyentuh 99,5%. Satgas PRR menginstruksikan pemda memperkuat koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai demi mempercepat perbaikan irigasi menjelang musim tanam Juli.