Makan Dua Bakcang Pria di China Alami Muntah Darah Akibat Sirosis Hati

Share

Menyantap makanan favorit tidak selalu berakhir menyenangkan. Seorang pria di China harus dilarikan ke Rumah Sakit Haining Kanghua setelah mengonsumsi dua buah bakcang akibat mengalami muntah darah.

Bakcang merupakan makanan tradisional berbahan dasar beras ketan yang diisi dengan daging serta rempah-rempah. Seperti dilansir dari Detik Food yang mengutip media China Jiupai News, pasien tersebut dievakuasi setelah muntah darah sebanyak dua kali di rumahnya.

Tim dokter mendiagnosis pasien mengalami perdarahan saluran cerna bagian atas yang berat. Kondisi tersebut membuat penanganan darurat harus segera dilakukan oleh tim medis.

Saat proses penyelamatan berlangsung, kondisi pasien justru semakin memburuk. Pasien kembali mengalami muntah darah hingga tiga kali.

Dalam satu kali muntah, volume darah yang keluar diperkirakan mencapai lebih dari 500 mililiter. Darah tersebut sudah membeku menjadi gumpalan besar sehingga menyulitkan proses pembersihan dan penghentian perdarahan.

Tidak lama kemudian, pria itu mengalami syok akibat kehilangan banyak darah. Kondisi vitalnya sempat tidak stabil dan nyawanya berada di ujung tanduk.

Keesokan harinya, hasil pemeriksaan menunjukkan kadar hemoglobin pasien hanya tersisa 56 g/L. Angka ini berada jauh di bawah kadar normal pria dewasa yang berkisar 130 g/L.

Dokter memperkirakan total darah yang hilang mencapai hampir 2.000 mililiter. Jumlah tersebut setara dengan sekitar setengah dari volume darah orang dewasa.

Dalam kondisi normal, kehilangan darah lebih dari 400 mililiter saja sudah dapat memicu pusing, jantung berdebar, hingga penurunan tekanan darah. Beruntung, pasien mendapat penanganan tepat waktu sehingga berhasil melewati masa kritis.

Setelah ditelusuri, dokter menemukan bahwa pasien memiliki riwayat sirosis hati dan hipertensi portal. Kedua kondisi tersebut membuat pembuluh darah di kerongkongan dan dasar lambung mengalami pelebaran atau varises yang rapuh dan mudah pecah.

Selain itu, sirosis hati juga menyebabkan kemampuan pembekuan darah menurun. Hal ini mengakibatkan perdarahan menjadi lebih sulit untuk dihentikan.

Menurut dokter, bakcang yang terbuat dari beras ketan menjadi pemicu utama pecahnya pembuluh darah tersebut. Tekstur ketan yang lengket dan sulit dicerna membuat makanan bertahan lebih lama di dalam lambung.

Kondisi ini merangsang produksi asam lambung sekaligus memberikan tekanan dan gesekan pada pembuluh darah yang sudah rapuh.

"Ketika ketan berada lebih lama di lambung, makanan ini dapat merangsang produksi asam lambung dan bergesekan langsung dengan pembuluh darah yang mengalami pelebaran," jelas dokter yang menangani pasien.

"Pada pasien dengan sirosis hati dan hipertensi portal, kondisi tersebut dapat memicu perdarahan hebat yang mengancam nyawa," tutur dokter.

Dokter pun mengingatkan bahwa penderita sirosis hati maupun hipertensi portal sebaiknya membatasi konsumsi makanan berbahan ketan atau makanan lain yang sulit dicerna. Pasalnya, makanan tersebut dapat meningkatkan risiko perdarahan saluran cerna yang berbahaya apabila dikonsumsi berlebihan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author