China Luncurkan Satelit SpaceSail untuk Tantang Dominasi Starlink
Proyek satelit SpaceSail yang didukung pemerintah China siap menantang dominasi Starlink milik Elon Musk setelah meluncurkan ratusan satelit untuk memulai aplikasi komersial pertamanya di orbit Bumi rendah pada Juni 2026.
Dilansir dari Detik iNET, perusahaan pengembang bernama Shanghai Spacecom Satellite Technology (SSST) tersebut kini telah mengoperasikan sedikitnya 200 satelit aktif setelah menyelesaikan peluncuran ke-12 menggunakan roket Long March 8.
Kehadiran SpaceSail menjadi kompetitor baru bagi Starlink yang saat ini memimpin industri global dengan mengoperasikan sekitar 10.413 satelit serta melayani 12 juta pengguna aktif di 160 wilayah.
Meskipun jumlah armada saat ini jauh tertinggal, SpaceSail menargetkan layanan komersial yang lebih luas pada akhir tahun 2026 dengan kekuatan 648 satelit, sebelum mengejar target 10.000 satelit pada akhir 2030 demi mencapai total konstelasi 15.000 satelit.
Strategi ekspansi SpaceSail sengaja diarahkan ke wilayah-wilayah tempat Starlink menghadapi kendala politik atau regulasi, termasuk keberhasilan mengamankan kontrak besar di Brasil setelah otoritas setempat berselisih dengan Musk terkait moderasi konten platform X pada 2024.
Selain mendapatkan izin komersial di Brasil pada Februari, SpaceSail juga mendirikan anak perusahaan di Kazakhstan pada Januari 2025 setelah Starlink terganjal aturan keamanan data, serta menyepakati kerja sama WiFi penerbangan dengan produsen pesawat Airbus pada Desember.