IHSG Menguat ke Level 5999 Ditopang Sektor Infrastruktur

Share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat sebesar 1,96 persen ke posisi 5.999,04 pada perdagangan Kamis (25/6). Dilansir dari Detik Finance, penguatan ini terjadi merata di seluruh sektor perdagangan saham domestik. Sektor infrastruktur memimpin kenaikan indeks dengan lonjakan mencapai 3,81 persen.

Lonjakan laju IHSG tersebut ditopang oleh performa saham berkapitalisasi besar dan menengah, termasuk MORA yang melesat sebesar 16,30 persen. Saham ASII juga mencatatkan kenaikan sebesar 6,03 persen, disusul oleh BBCA yang bertambah 1,69 persen. Namun, penguatan indeks tertahan oleh pelemahan saham AMMN sebesar 0,87 persen, BRMS 0,91 persen, dan ADMR 3,13 persen.

Investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp201,10 miliar di pasar reguler. Sementara itu, nilai penjualan bersih asing di seluruh pasar mencapai Rp299 miliar.

Sentimen positif pasar domestik terdorong oleh klarifikasi Kementerian ESDM mengenai rumor kuota RKAB nikel 2026. Pemerintah menegaskan belum menetapkan keputusan resmi terkait kepastian kenaikan kuota pasokan nikel tersebut. Kabar mengenai emiten datang dari PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) yang bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia pada 8 Juli 2026. Perusahaan menawarkan maksimal 522,86 juta saham baru.

EMMI mematok kisaran harga penawaran sebesar Rp446 hingga Rp515 per saham. Perusahaan penyedia peralatan medis ini menargetkan perolehan dana segar hingga Rp269,27 miliar dari aksi korporasi tersebut. Sementara itu, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) memutuskan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 senilai Rp1,54 triliun. Setiap pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp800 per saham.

Nilai total dividen tersebut setara dengan 98,89 persen dari laba bersih perseroan sepanjang 2025. Jadwal pembayaran dividen tunai GGRM ini ditetapkan akan berlangsung pada 23 Juli 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author