Pembukaan Konsulat AS di Greenland Memicu Demonstrasi Warga Nuuk

Share

Pembukaan kantor konsulat baru Amerika Serikat di Nuuk, ibu kota Greenland, memicu aksi unjuk rasa dari warga setempat pada Kamis, 21 Mei 2026. Masyarakat turun ke jalan guna menyuarakan kekhawatiran mereka atas ambisi Donald Trump terhadap pulau tersebut, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.

Para pejabat Amerika Serikat meresmikan gedung konsulat baru di pusat kota Nuuk pada hari yang sama. Fasilitas ini menjadi konsulat pertama negara tersebut di Greenland sejak tahun 1950-an, sekaligus menandai kehadiran Amerika Serikat yang lebih permanen di pulau Arktik itu. Kegelisahan warga sendiri terus meningkat sejak Donald Trump kembali menghidupkan wacana untuk mengakuisisi wilayah tersebut.

Ratusan demonstran yang membawa bendera Greenland dan spanduk anti-Amerika berkumpul di luar gedung konsulat. Mereka meneriakkan slogan "USA go home", sebelum akhirnya membalikkan badan membelakangi gedung dalam aksi hening selama dua menit.

"Kami tidak ingin menjadi bagian dari Amerika," teriak Aqqalukkuluk Fontain, seorang manajer akun IT berusia 37 tahun yang mengorganisasi aksi tersebut.

Ucapannya yang disampaikan melalui pengeras suara langsung disambut tepuk tangan riuh dari massa.

"Kami menuntut penghormatan, kedaulatan, dan hak untuk hidup tanpa ancaman, tanpa tekanan, dan tanpa fantasi imperialisme." kata Aqqalukkuluk Fontain.

Acara peresmian formal di konsulat tersebut sebelumnya dihadiri oleh puluhan diplomat, pemimpin bisnis, dan perwakilan lokal. Di antara para undangan, tampak sejumlah kecil politisi Greenland, termasuk Vivian Motzfeldt, mantan menteri pemerintah yang mewakili wilayah Arktik tersebut dalam pembicaraan diplomatik tingkat tinggi dengan Amerika Serikat awal tahun ini.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Denmark, Kenneth Howery, saat berbicara di konferensi Future Greenland di Nuuk pada hari Rabu menyatakan bahwa fasilitas diplomatik baru ini bertujuan untuk membawa hubungan Amerika Serikat dan Greenland menjadi "melalui dekat".

Meskipun Amerika Serikat telah membangun kembali kehadiran diplomatiknya di Nuuk sejak tahun 2020, selama ini para pejabat Amerika menempati fasilitas yang dikelola oleh militer Denmark.

"Langkah ini pada dasarnya menunjukkan tingkat komitmen jangka panjang kami terhadap Greenland," ujar Kenneth Howery.

Ia menambahkan bahwa gedung tersebut nantinya akan digunakan untuk menyambut kunjungan resmi, delegasi bisnis, acara budaya, serta membantu warga Amerika yang berkunjung dan menyediakan layanan visa bagi warga Greenland.

Kunjungan Utusan Khusus Donald Trump

Peresmian ini berlangsung pada pekan yang sama dengan kunjungan utusan khusus pilihan Donald Trump untuk Greenland, Jeff Landry, ke Nuuk. Kunjungan yang dipantau ketat tersebut kembali memicu kekhawatiran atas niat Washington terhadap pulau itu.

Jeff Landry menyatakan bahwa dirinya berencana untuk memberikan laporan langsung kepada Donald Trump pada hari Kamis mengenai berbagai potensi peluang bisnis di wilayah tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author