Tantri Kotak Kumpulkan Bukti Kasus Dugaan Penipuan Rp10 Miliar
Penyanyi Tantri Syalindri Ichlasari atau Tantri Kotak bersama suaminya, Arda Hatna, tengah mengumpulkan bukti terkait dugaan penipuan investasi senilai Rp10 miliar yang dilakukan oleh rekan dekat mereka, Poppy Nupitasari alias PN, hingga Juni 2026.
Arda Hatna menegaskan bahwa pihak keluarga berupaya menuntaskan aliran dana tersebut melalui tim khusus. Dilansir dari detikcom, pihak keluarga berkomitmen mengusut tuntas keberadaan pelaku.
"Saat ini kami bersama tim masih terus mendalami dan mengumpulkan informasi terkait kasus tersebut. Yang pasti, kami juga turut berempati kepada korban-korban lainnya yang terdampak," tegas Arda Hatna, suami Tantri.
Pasangan musisi ini memilih langkah yang terukur dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan hukum. Kasus ini kini sedang didalami oleh tim profesional mereka di lapangan.
"Untuk sementara waktu, kami memilih fokus pada proses yang sedang berjalan dan berharap semuanya dapat ditangani dengan baik sesuai jalurnya," tutur Arda Hatna.
Pihak keluarga berharap agar kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat luas agar lebih waspada. Berdasarkan laporan dari lifestyle.sindonews.com, Arda menyatakan keprihatinannya atas banyaknya korban yang terlibat.
"Harapan kami, informasi ini dapat membantu meningkatkan kewaspadaan masyarakat agar gak semakin banyak korban yang mengalami hal serupa, sekaligus menjadi pelajaran bagi banyak orang," ujar Arda Hatna.
Arda kembali menyatakan rasa simpatinya terhadap korban-korban lain yang ikut menderita kerugian akibat tindakan pelaku. Dana yang dibawa lari dikabarkan mencakup tabungan hingga biaya pengobatan.
"Yang pasti, kami juga turut berempati kepada korban-korban lainnya yang terdampak," lanjut Arda Hatna.
Sementara itu, Tantri Kotak menjelaskan bahwa dirinya mengenal pelaku sejak beberapa tahun lalu karena anak-anak mereka menempuh pendidikan di sekolah yang sama. Berdasarkan informasi dari Kompas.com, pelaku awalnya dikenal sebagai teman yang baik.
"Selama ini aku mengenalmu sebagai teman yang baik. Kita saling membantu dan mendukung di saat ada kesulitan," tulis Tantri Kotak di media sosial.
Pelaku kemudian mulai menawarkan peluang bisnis berupa lelang dan pre order produk kepada vokalis Kotak tersebut. Tantri mengaku sempat memiliki keraguan sebelum akhirnya menerima tawaran tersebut.
"Awalnya aku ragu karena khawatir urusan bisnis akan mempengaruhi pertemanan. Dalam prinsip hidupku, urusan bisnis dan uang aku sangat berhati-hati sekali," tulis Tantri Kotak.
Hubungan kerja sama tersebut awalnya berjalan tanpa kendala selama satu tahun pertama. Namun, pelaku mendadak memutus komunikasi setelah transaksi terakhir pada pertengahan Juni.
"Sampai akhirnya pada 19 Juni 2026, setelah transaksi terakhir dilakukan, nomor telepon dan akun media sosialmu tidak dapat lagi dihubungi," tulis Tantri Kotak.
Setelah pelaku menghilang, sejumlah korban lain mulai bersuara di media sosial mengenai rekam jejak pelaku. Tantri menyadari bahwa jumlah korban dari tindakan ini ternyata cukup banyak.
"Ternyata banyak sekali orang-orang yang sudah dirugikan sejak lama," tulis Tantri Kotak.
Melalui unggahan di akun Instagram miliknya yang dikutip Okezone, Tantri menjabarkan kedekatan emosional yang melandasi terbangunnya rasa percaya terhadap pelaku sejak awal pertemuan.
“Aku mengenalmu sejak sekitar tahun 2021 karena anak-anak kita bersekolah di tempat yang sama. Selama ini aku mengenalmu sebagai teman yang baik. Kita saling membantu dan saling mendukung saat ada kesulitan,” tulis Tantri Kotak.
Tantri menceritakan bahwa kerja sama modal pembelian produk tersebut baru ditawarkan secara resmi pada tahun berikutnya. Kekhawatiran mengenai dampak bisnis terhadap pertemanan sempat membayangi pikirannya.
“Di tahun 2025, kamu menawarkan sebuah kerja sama yang kamu jalankan. Bisnis ini berupa modal pembelian produk. Awalnya aku ragu karena khawatir urusan bisnis akan memengaruhi pertemanan,” ucap Tantri Kotak.
Meskipun memiliki prinsip yang ketat mengenai keuangan, Tantri akhirnya bersedia terlibat karena rekam jejak hubungan mereka yang semula berjalan lancar.
“Dalam prinsip hidupku, urusan bisnis dan uang aku sangat berhati-hati sekali. Namun karena kepercayaan yang sudah terbangun dan pengalaman yang selama ini berjalan lancar, aku akhirnya luluh juga,” tutur Tantri Kotak.
Kepanikan melanda para korban setelah rumah pelaku didatangi, namun pihak keluarga pelaku menyatakan sudah tidak ikut campur dalam permasalahan tersebut.
“Sejak saat itu, puluhan orang lainnya berusaha mencari kabarmu. Kami saling berkomunikasi dalam panik dan putus asa. Rumahmu kami datangi, keluarga dan orang tuamu angkat tangan,” ujar Tantri Kotak.
Tantri masih menantikan kejelasan dan kehadiran pelaku untuk memberikan pertanggungjawaban secara langsung kepada seluruh pihak yang dirugikan.
“Aku berharap kamu datang, menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, and memberikan kejelasan kepada orang-orang yang selama ini telah menaruh kepercayaan dengan mati-matian sama kamu,” kata Tantri Kotak.
Hingga saat ini, proses verifikasi data korban terus dilakukan secara intensif demi memastikan total nilai kerugian yang sebenarnya.
“Menurut informasi yang saya peroleh, saya menduga orang yang dirugikan tidak hanya saya, karena itu kami semua intens berkomunikasi. Total kerugian yang diklaim para pihak tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar, yang tentunya masih memerlukan verifikasi lebih lanjut,” tutur Tantri Kotak.
Kerugian finansial ini turut memengaruhi kondisi mental Tantri, terutama karena dana yang hilang merupakan tabungan masa depan anak-anaknya. Melalui Threads yang dikutip SUMEKS.CO, ia menyatakan terus berupaya melacak keberadaan pelaku.
“Energi yang kupakai sekarang cari tahu dimana keberadaan Poppy Nupitasari, sampai sekarang nggak ada itikad baik,” ungkap Tantri Kotak.
Di tengah tekanan psikologis tersebut, Tantri tetap harus bersikap profesional dan menyelesaikan jadwal penampilannya di atas panggung.
“Fisik di panggung, pikiran ke mana-mana,” tulis Tantri Kotak.
Kekecewaan mendalam dirasakan Tantri mengingat dana yang dikumpulkannya lenyap begitu saja akibat pengkhianatan tersebut.
“Hak anak-anak yang gw kumpulin selama ini fix lenyap! Kok tega?” tulis Tantri Kotak.
Tantri merasa sangat terluka karena ketulusannya dalam berteman justru disalahgunakan untuk kepentingan sepihak.
“Kirain beneran mau jadi temen, ternyata cuma manfaatin doang,” tulis Tantri Kotak.
Dalam tayangan Selebrita Heits yang dilansir detikcom, Tantri mengonfirmasi bahwa nilai investasi yang melibatkan dirinya dan korban lain berjumlah sangat besar.
"Kalau secara kronologi, saya diduga ditipu sama teman saya sendiri. Ini kayak dalam bentuk satu investasi yang cukup lumayan besar, korbannya juga salah satunya saya. Menurut keyakinan saya dan para korban kalau ditotal diduga… baru saya dapat update kemungkinan sampai lebih dari Rp 10 miliar," kata Tantri Kotak.
Tantri menyayangkan tindakan pelaku karena hubungan pertemanan mereka sudah terjalin cukup lama sejak anak-anak mereka masih di bangku taman kanak-kanak.
"Intinya dia teman baik saya. Kami sudah kenal dari zaman anak saya masih TK, jadi dia salah satu orang tua muridlah. Tiba-tiba muncullah ajakan investasi itu. Jadi ya yang bikin saya kecewa ya dia teman, itu saja," ungkap Tantri Kotak.
Vokalis band Kotak ini semula ingin menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan dengan menunggu kehadiran pelaku.
"Saya khawatir yang awalnya saya penginnya baik-baik saja karena menunggu itikad baik dari dia untuk bisa datang, ngobrol, tapi tidak saya dapatkan," sambung Tantri Kotak.
Tantri menegaskan bahwa dirinya masih berupaya mencari jalan keluar terbaik tanpa harus langsung menempuh jalur hukum kepolisian.
"Saya masih mencari cara bagaimana caranya tanpa harus berhubungan dengan hukum dan kepolisian. Aku masih nunggu ya itikad baiknya karena basic-nya pertemanan aku juga maunya semua baik-baik saja," harap Tantri Kotak.
Berdasarkan curahan hatinya di kanal cumicumi.com, kabar buruk ini diterima Tantri di sela-sela waktu liburnya bersama keluarga sehingga membuatnya sempat kehilangan nafsu makan.
"2 hari ini berat banget dijalani, perubahan perasaan yang teramat cepat! Dapat jatah libur 2 hari buat main sama anak, ketawa-ketawa, liat WAG (WhatsApp Group) tiba-tiba dengar kabar ngga baik. Langsung drop banget, hilang nafsu makan," tulis Tantri Kotak.
Langkah mengunggah identitas pelaku terpaksa dilakukan karena pelaku sudah menghilang selama tiga hari tanpa memberikan kabar.
"Aku masih harus post muka kamu mih, karena udah 3×24 jam kamu menghilang membawa uang miliaran, dimana itu uang para korban. Aku bingung mau cari kamu lewat jalur apa," ungkap Tantri Kotak.
Tantri juga memanfaatkan kekuatan media sosial dengan harapan masyarakat dapat membantu melacak keberadaan pelaku yang merugikan banyak orang.
"Please sosmed do your magic, yang ketipu bukan hanya aku, melainkan buanyak orang yang ditotal-total hampir Rp10 M," tegas Tantri Kotak.
Hingga saat ini, Tantri masih menahan diri untuk tidak langsung membuat laporan polisi demi memberikan kesempatan terakhir bagi pelaku.
"Sebenarnya bisa aja aku LP (laporan polisi), tapi aku masih usaha menunggu itikad baik kamu, buat ketemu, ngobrol, dan menyelesaikan semua," tutur Tantri Kotak.