Pendaftaran Program Magang Nasional Batch 4 Dibuka 4 Juli 2026
Pemerintah kembali membuka pendaftaran Program Magang Nasional Batch 4 yang dijadwalkan mulai pada 4 Juli 2026 mendatang. Program ini ditujukan bagi para lulusan baru dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Para peserta yang lolos seleksi nantinya akan ditempatkan di berbagai perusahaan mitra. Selama masa pemagangan, mereka bakal menerima fasilitas berupa uang saku bulanan yang nilainya setara dengan upah minimum.
Dikutip dari Detik Finance, program ini ditargetkan mampu menjaring hingga 150.000 peserta sepanjang tahun 2026. Skema pelaksanaannya sendiri akan dibagi ke dalam tiga gelombang pendaftaran yang berbeda.
Untuk pendaftaran yang dibuka pada bulan Juli ini merupakan gelombang pertama di tahun 2026. Pemerintah menetapkan target kuota penerimaan sebanyak 50.000 peserta untuk fase awal tersebut.
"Program Magang Nasional Batch 4 akan dilaksanakan secara bertahap mulai Juli 2026, dengan rencana awal sekitar 50.000 peserta pada gelombang pertama, kemudian dilanjutkan gelombang kedua dan ketiga hingga mencapai total 150.000 peserta pada akhir tahun," ujar Plt Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Kurnia Ramadhana dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).
Secara keseluruhan, terdapat 8.056 mitra penyelenggara yang telah bersiap dalam program ini. Mitra tersebut terdiri atas 5.168 perusahaan swasta serta 2.888 satuan kerja yang berada di bawah kementerian dan lembaga pemerintah.
Berdasarkan data pemetaan industri, sektor perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi kontributor terbesar. Sektor ini tercatat menyediakan sebanyak 1.033 program magang bagi para calon peserta.
Posisi selanjutnya ditempati oleh sektor rumah sakit swasta yang membuka sebanyak 191 program. Sementara itu, bidang konsultasi manajemen menyusul di peringkat berikutnya dengan menyediakan sebanyak 168 program.
Sektor perdagangan makanan dan minuman juga ikut berpartisipasi dengan membuka sebanyak 167 program. Tidak ketinggalan, industri properti dan pengelolaan aset turut menyediakan kuota sebanyak 151 program magang.
Masa pemagangan ini akan berlangsung selama enam bulan penuh. Selama periode tersebut, peserta akan memperoleh uang saku bulanan setara UMP/UMK, jaminan sosial, serta sertifikat pemagangan resmi.
Selain berbagai fasilitas bulanan tersebut, program ini juga menawarkan peluang karir jangka panjang. Peserta yang menunjukkan performa baik berpotensi besar untuk langsung diangkat menjadi karyawan tetap di perusahaan tempat magang.
Cara dan Syarat Mendaftar
Mengenai alur pendaftaran, prosesnya dimulai dari pihak perusahaan dan instansi mitra. Mereka terlebih dahulu mengajukan kebutuhan posisi serta membuka lowongan pemagangan secara resmi.
Setelah lowongan tersedia, calon peserta dapat langsung mengakses platform MagangHub untuk melamar. Setiap pendaftar diberikan kesempatan untuk memilih maksimal dua posisi yang sesuai minat dan keahlian.
"Calon peserta mendaftar melalui platform MagangHub di maganghub.kemnaker.go.id, dengan memilih paling banyak dua posisi pemagangan sesuai minat dan bidang keahlian," kata Kurnia.
Setelah masa pendaftaran ditutup, perusahaan mitra akan melakukan proses seleksi mandiri. Hasil rekrutmen tersebut kemudian akan diumumkan secara transparan melalui platform MagangHub.
Bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi diwajibkan untuk menandatangani Perjanjian Pemagangan. Setelah proses administrasi selesai, mereka akan langsung menjalani masa pemagangan selama enam bulan ke depan.
Syarat Daftar Program Magang Nasional Batch 4:
1. Warga Negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan secara resmi dengan kepemilikan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
2. Merupakan lulusan diploma, sarjana, atau pendidikan profesi dengan masa kelulusan maksimal satu tahun terhitung sejak tanggal ijazah diterbitkan.
3. Khusus untuk pemegang sertifikat profesi, batas waktu kelulusan diberikan kelonggaran hingga maksimal dua tahun sejak ijazah diploma atau sarjana diterbitkan.
4. Berasal dari perguruan tinggi yang terdaftar secara resmi di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.