Gojek Luncurkan Program Jalan Jajan Guna Mendorong Wisata Sejarah Glodok

Share

Gojek berkolaborasi dengan platform eksplorasi urban SANA Kenal Kota menggelar kegiatan penelusuran sejarah di kawasan Pecinan Glodok-Pancoran, Jakarta Barat, pada Kamis (25/6/2026), guna merespons peningkatan tren wisata singkat domestik.

Kegiatan jelajah sejarah perkotaan ini mengitari beberapa lokasi ikonik bersejarah, seperti Vihara Dharma Bhakti yang telah berdiri selama empat abad serta Gereja Santa Maria de Fatima yang dahulunya merupakan kediaman Kapitan China dari abad ke-19, seperti dilansir dari Detik Travel.

Pendiri sekaligus pemandu dari SANA Kenal Kota, Abimantra Pradhana, menjelaskan bahwa kawasan legendaris tersebut memperlihatkan peleburan aktivitas lintas generasi yang masih bertahan hingga saat ini.

"Di Glodok sini kita melihat bagaimana area yang umurnya sudah 400 tahun muncul pasar-pasar, hasil dari aktivitas warganya, ada rumah ibadah yang usianya sudah 400 tahun lebih. Ada juga bagaimana generasi-generasi yang muda itu mulai berkarya dan melebur jadi satu dengan pasar-pasar tradisional, atau usaha-usaha yang sudah dibangun 2-3 generasi sebelumnya," kata Abi.

Abimantra kemudian memaparkan latar belakang historis mengenai struktur kepemimpinan masa lampau di Batavia yang melandasi keberadaan bangunan-bangunan tua di wilayah tersebut.

"Ini rumah tinggal kapitan China. Jadi ada tiga pemimpin di Batavia saat ini: satu gubernur jenderal yang memimpin komunitas Belanda, yang kedua kapitan China atau Tionghoa yang tugasnya memungut pajak dari masyarakat Tionghoa, dan (komunitas) Arab dan pribumi itu biasanya dikelola oleh bupati," kata Abi.

Peningkatan minat terhadap destinasi lokal bernilai sejarah ini berjalan beriringan dengan data pergerakan pelancong domestik terbaru yang dihimpun oleh otoritas statistik negara.

Head of Marketing Gojek, Marsela Renata, menyatakan bahwa dinamika pergerakan wisatawan Nusantara saat ini didominasi oleh mobilitas jarak dekat.

"Nah menariknya kalau kita lihat dari data BPS 2026, memang masyarakat Indonesia ini sekarang suka jalan-jalan tipis-tipis. Tipis-tipis itu maksudnya kayak jarak-jarak dekat, waktu yang singkat," kata Marsela.

Inisiatif panduan perjalanan ini dibentuk sebagai langkah konkret perusahaan dalam menyediakan kurasi rujukan tempat liburan dan kuliner lokal yang sesuai dengan kebutuhan pasar tersebut.

"Karena kita melihat kebutuhan itu, nah langsung deh Gojek ngerasa 'oh masyarakat butuh nih dengan rekomendasi-rekomendasi liburan yang tipis-tipis gitu'. Jadi kita langsung buat rekomendasi wisata dan juga kuliner yang namanya 'Jalan Jajan'," dia menambahkan.

Melalui perluasan program Jalan Jajan, korporasi transportasi daring ini juga menjangkau daerah lain di luar Jakarta seperti Bandung, Yogyakarta, Surabaya, hingga Bali.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author