Harga Minyak Dunia Menguat Setelah Serangan Kapal Kargo di Selat Hormuz
Harga minyak dunia mempertahankan tren penguatan seiring pelaku pasar mencermati prospek jalur pelayaran di Selat Hormuz. Jalur strategis tersebut kembali memicu kekhawatiran setelah sebuah kapal kargo dilaporkan mendapat serangan. Dilansir dari Bloombergtechnoz, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di atas US$71 per barel.
Komoditas ini mencatat kenaikan pertama dalam lima hari setelah melonjak lebih dari 2% pada Kamis. Sementara itu, minyak Brent kembali menguat hingga ditutup mendekati US$75 per barel. Harga Brent sempat menghapus seluruh kenaikan yang dipicu oleh konflik pada sesi perdagangan sebelumnya.
Ketegangan geopolitik meningkat setelah sebuah kapal terkena proyektil yang belum diketahui asalnya di tenggara Oman. Insiden ini terjadi saat kapal niaga tengah melintasi wilayah perairan tersebut.
Sebelumnya, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz sempat kembali terbuka setelah adanya kemajuan awal menuju kesepakatan permanen. Situasi tersebut awalnya diprediksi mampu menambah jutaan barel pasokan ke pasar minyak global. Perundingan lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran mengenai kebijakan nuklir diperkirakan berjalan panjang. Kondisi ini membuat kontrak berjangka minyak turun tajam dan berada di jalur penurunan mingguan ketiga berturut-turut.
The Wall Street Journal melaporkan bahwa kapal tersebut terkena serangan yang dilakukan oleh pihak Iran. Namun, pejabat Gedung Putih menyatakan masih terlalu dini untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas insiden itu. Amerika Serikat saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam mengenai pelaku penyerangan tersebut. Beberapa kapal niaga kini dilaporkan memilih berbalik arah saat berupaya melintasi Selat Hormuz.
International Maritime Organization (IMO) di bawah PBB mengumumkan penghentian sementara operasi evakuasi di selat tersebut. Kebijakan ini memicu keraguan mengenai kecepatan pemulihan arus pelayaran normal. Pada awal pekan, ekspor minyak dari Teluk Persia melalui Selat Hormuz sebenarnya mengalir dengan laju tercepat sejak perang dimulai.
Goldman Sachs Group Inc. memperkirakan ekspor kawasan tersebut telah pulih hampir dua pertiga. Minyak mentah WTI untuk pengiriman Agustus turun 0,7% menjadi US$71,42 per barel pada pukul 06.05 di Singapura. Di sisi lain, minyak Brent untuk penyelesaian Agustus ditutup naik 2,1% ke level US$75,26 per barel.