Pemerintah Intervensi Pasar Yield SUN Tenor Menengah Panjang Turun

Share

Intervensi pemerintah di pasar Surat Utang Negara (SUN) sukses mendorong penurunan imbal hasil (yield) pada sejumlah tenor menengah-panjang pada hari Jumat (22/5/2026).

Aksi penurunan yield obligasi negara ini tercatat berdasarkan data Bloomberg pada pukul 10:30 WIB, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz.

Penurunan yield paling dalam dialami oleh SUN tenor 7 tahun sebesar 3,4 bps menuju level 6,82 persen, disusul tenor 8 tahun yang melemah 0,8 bps ke posisi 6,86 persen.

Adapun untuk obligasi negara tenor acuan 10 tahun ikut mencatat penurunan yield sebesar 1,2 bps menjadi 6,76 persen.

Sebaliknya, kenaikan yield justru melanda tenor pendek seperti tenor 3 tahun yang naik 3,3 bps ke posisi 6,66 persen, angka tertinggi sejak April 2025, dan tenor 2 tahun naik 3 bps menjadi 6,68 persen.

Pada pasar obligasi domestik berdenominasi dolar AS (INDON), aksi lepas oleh investor masih marak terjadi sehingga memicu penurunan yield tenor 2 tahun sebesar 3,1 bps ke 4,26 persen dan tenor 3 tahun sebesar 3 bps ke 4,47 persen.

Operasi pasar yang digalang oleh otoritas moneter serta fiskal dilaporkan masih mendominasi pergerakan yield di pasar obligasi saat ini.

Langkah intervensi ini dipertegas melalui komitmen Kementerian Keuangan yang secara intensif menyerap SUN demi meredam gejolak di pasar sekunder.

Pemerintah menargetkan penyerapan SUN sekitar Rp2 triliun per hari untuk menstabilkan pergerakan yield yang agresif sekaligus menjaga likuiditas pasar tetap sehat.

Langkah fiskal tersebut berjalan beriringan dengan aksi Bank Indonesia (BI) yang telah melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp140,57 triliun hingga 19 Mei 2026.

Total suntikan dana moneter dari Bank Indonesia tersebut mencakup operasi pembelian di pasar sekunder yang mencapai nilai Rp73,28 triliun.

Aktivitas investasi ini turut ditopang oleh aliran dana asing masuk ke pasar obligasi yang menyentuh angka US$19,2 juta atau setara Rp338,8 miliar per hari berdasarkan kurs Rp17.650 per dolar AS.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author