Sebastian Beccacece Siap Mundur dari Kursi Pelatih Timnas Ekuador
Pelatih Tim Nasional Ekuador Sebastian Beccacece menyatakan kesiapannya untuk mundur dari jabatannya jika timnya gagal mengalahkan Jerman pada laga penentu Grup E Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey, Kamis, 25 Juni 2026.
Langkah krusial ini diambil di tengah performa minor Ekuador setelah menelan kekalahan 1-0 dari Pantai Gading dan imbang tanpa gol melawan Curacao, yang memicu gelombang kritik serta cemoohan dari para pendukung di stadion.
Di tengah tekanan besar tersebut, Federasi Sepak Bola Ekuador (FEF) dilaporkan media Bajo La Lupa sudah bergerak cepat mengamankan Thomas Christiansen, pelatih Panama saat ini, sebagai suksesor Beccacece setelah turnamen berakhir.
Ekuador yang saat ini baru mengemas satu poin diwajibkan meraih kemenangan atas Jerman demi menjaga peluang lolos ke babak 16 besar, sembari berharap Curacao mampu menumbangkan Pantai Gading di laga lainnya.
Meskipun posisi timnya di ujung tanduk, pelatih asal Argentina tersebut menegaskan komitmen dan tanggung jawab penuhnya terhadap hasil akhir yang diraih oleh skuad La Tri.
"Esta semana es hermosa, muy hermosa. Estamos convencidos de tener esa posibilidad de avanzar. Si las cosas no se dan, seré el responsable y me tendré que ir de un lugar al que quiero mucho, en el que me siento cómodo… Sé que esto va de resultados, más allá de los merecimientos" kata Sebastian Beccacece, Pelatih Tim Nasional Ekuador seperti dilansir dari Diario AS Chile.
Beccacece menambahkan bahwa kegagalan meraih poin penuh pada dua laga awal murni disebabkan oleh buruknya penyelesaian akhir lini depan, bukan karena kualitas permainan tim yang inferior.
"Tengo un gran dolor por no tener la tranquilidad de estar en otra fase, pero tenemos la posibilidad de hacerlo. Es un rival de una exigencia extrema, pero siempre las hazañas y la parte heroica en el fútbol existen. Nosotros sentimos que podemos" ujar Sebastian Beccacece, Pelatih Tim Nasional Ekuador.
Ia juga tetap mengapresiasi loyalitas para pemainnya yang menunjukkan ketangguhan mental serta solidaritas tinggi dalam menghadapi situasi sulit di fase grup ini.
"Ecuador tiene selección para rato, gane o pierda. Pero ahora hay que pensar en ganar, porque si queremos seguir, hay que ganar. Este equipo tiene la madurez necesaria" kata Sebastian Beccacece, Pelatih Tim Nasional Ekuador.
Dalam konferensi pers terpisah yang dikutip Ahora Deportes, Beccacece menyatakan keyakinannya justru semakin menebal menjelang laga hidup-mati melawan sang juara dunia empat kali.
"Creo más que ayer o más que cuando llegué, y creo que al final uno mide sus convicciones in estos momentos. Sabemos del poderío de Alemania, sabemos toda su historia, su presente, todo lo que vos quieras, pero yo creo mucho en estos futbolistas" kata Sebastian Beccacece, Pelatih Tim Nasional Ekuador.
Beccacece menilai keharmonisan internal tim menjadi modal utama untuk membalikkan segala prediksi miring yang menempatkan Jerman sebagai unggulan utama.
"Al final, un entrenador debe medirse por lo que genera un grupo, un equipo y las sensaciones que le brinda. Y a mí, en este momento de adversidad, por no tener resultados, me vas a encontrar con mucha tranquilidad porque tengo un grupo que aún en la adversidad se muestra más unido, más convencido que en la prosperidad" ujar Sebastian Beccacece, Pelatih Tim Nasional Ekuador.
Jerman sendiri diprediksi tetap tampil kompetitif dan agresif meski pelatih mereka kemungkinan melakukan rotasi pemain karena sudah memastikan tiket lolos ke fase gugur.
"No creo que rote tanto y, más allá de si rota, creo que tiene jugadores de una gran calidad y un entrenador que es un gran innovador, ambicioso, trabajador. Juegue quien juegue nos va a exigir a nosotros estar al máximo" kata Sebastian Beccacece, Pelatih Tim Nasional Ekuador.