Gol Leroy Sane ke Gawang Ekuador Menuai Kontroversi Wasit
Tim nasional Jerman memicu kontroversi besar setelah mencetak gol cepat pada menit kedua melalui Leroy Sane dalam pertandingan fase grup Piala Dunia 2026 melawan Ekuador di Stadion MetLife, New Jersey, pada Kamis malam waktu setempat.
Gol yang membawa Jerman unggul tersebut disahkan oleh wasit asal Amerika Serikat, Tori Penso, meskipun gelandang Aleksandar Pavlovic terlihat mengangkat kaki terlalu tinggi hingga mengenai wajah pemain Ekuador, Pedro Vite, dalam proses terjadinya gol.
Sejumlah mantan wasit Jerman mengkritik keras keputusan tersebut, termasuk pakar wasit Manuel Graefe yang menilai tindakan Pavlovic sebagai pelanggaran yang sangat jelas.
"Diese Entscheidung ist natürlich ein Witz. Zu unseren Gunsten, wir freuen uns, aber objektiv müssen wir sagen: Das ist nicht akzeptabel." ujar Manuel Graefe, Pakar Wasit.
Graefe menambahkan bahwa mengangkat kaki setinggi dua meter di dekat lawan dan mengenai kepalanya merupakan sebuah pelanggaran mutlak, serta memberikan kesan bahwa tim kecil kerap dirugikan.
"Man kann versuchen, den Ball in zwei Metern Höhe zu spielen, wenn kein Gegner in der Nähe ist. Wenn man den Gegner auf zwei Metern Höhe am Kopf trifft, dann ist es ein klares Foulspiel. Man gewinnt den Eindruck, dass die kleinen Mannschaften benachteiligt werden." kata Manuel Graefe, Pakar Wasit.
Mantan wasit Bundesliga lainnya, Patrick Ittrich, juga menegaskan pandangan serupa bahwa secara regulasi gol tersebut seharusnya dianulir karena adanya kontak fisik yang tinggi.
"Rein regeltechnisch ein klares Foul. Pavlovic mit hohem Bein, dann trifft er auch den Kopf. In diesem Sinne hätte das Tor nicht zählen dürfen." kata Patrick Ittrich, Mantan Wasit Bundesliga.
Ittrich kembali menegaskan argumennya di saluran berita lain dengan menyatakan bahwa kaki Pavlovic berada dalam posisi yang terlalu tinggi.
"Vor der Torerzielung ein klares Foulspiel, da lege ich mich fest" kata Patrick Ittrich, Mantan Wasit Bundesliga.
Ia mengidentifikasi adanya benturan kaki yang nyata di area atas tubuh pemain Ekuador.
"Ein klarer Fußtreffer oben zu sehen." ujar Patrick Ittrich, Mantan Wasit Bundesliga.
Sikap keras juga ditunjukkan oleh Lutz Wagner yang menganggap keputusan wasit di lapangan sangat berisiko tinggi karena membiarkan permainan berbahaya terjadi di area kepala.
"Aus meiner Sicht eine sehr mutige Entscheidung. Er spielt in einem Bereich, wo man eigentlich mit dem Kopf spielt, den Ball mit dem Fuß. Da kommt es auch zu einem Kontakt." kata Lutz Wagner, Instruktur Wasit DFB.
Wagner menyoroti tingginya posisi kaki Pavlovic ketika pemain lawan berniat menyundul bola.
"die Höhe des Fußes im Kopfbereich, wenn der Gegner den Ball mit dem Kopf spielen will" ujar Lutz Wagner, Instruktur Wasit DFB.
Ia pun mengaku heran mengapa asisten wasit video tidak memberikan intervensi untuk membatalkan gol tersebut.
"Das wundert mich jetzt sehr, dass kein Einspruch vom VAR kam. Wir hätten uns nicht beschweren können, wenn dieses Tor zurückgenommen wird" kata Lutz Wagner, Instruktur Wasit DFB.
Mantan kapten Jerman, Bastian Schweinsteiger, ikut mengonfirmasi bahwa situasi tersebut memicu kehebohan besar di antara penonton di dalam stadion.
"Das Tor hat auf der Tribüne für Furore gesorgt. Viele haben mit dem Kopf geschüttelt und sich gefragt: Warum greift der VAR nicht ein?" ujar Bastian Schweinsteiger, Pakar Sepak Bola ARD.
Pertandingan sendiri berakhir dengan skor 1-1 pada babak pertama setelah Nilson Angulo menyamakan kedudukan pada menit kesembilan, sementara asisten pelatih Jerman, Alfred Schreuder, mengeluhkan kondisi lapangan.
"Am Ende war das Problem auch der Platz, zu stumpf, zu viele Ballverluste." kata Alfred Schreuder, Asisten Pelatih Jerman.
Di sisi lain, gelandang Jerman Nadiem Amiri mengungkapkan rasa bangganya setelah mencatatkan debut bersejarah bagi keluarganya dan warga keturunan Afghanistan.
"Das war für meine Eltern ein historischer Moment natürlich, für das ganze Land" ujar Nadiem Amiri, Gelandang Jerman.
Ia mengaku menerima pesan yang sangat masif dari berbagai pihak setelah laga sebelumnya.
"Ich habe sehr, sehr viele Nachrichten bekommen, aus Afghanistan und von vielen Afghanen aus Deutschland. Die sind alle stolz." kata Nadiem Amiri, Gelandang Jerman.
Amiri sangat bersyukur bisa memberikan penghormatan yang layak bagi tanah leluhurnya.
"Aber ich bin auch froh, meine Wurzeln stolz gemacht zu haben." ujar Nadiem Amiri, Gelandang Jerman.
Sementara itu, penyerang Deniz Undav menceritakan pengalamannya setelah menjadi pahlawan kemenangan Jerman di laga-laga awal hingga perhatian global tertuju padanya.
"Mein Handy ist explodiert. Es war für mich sehr, sehr viel. Vor allem, wenn ich bei Instagram die ganzen englischen und amerikanischen Social-Media-Leute sehe, die auf Englisch auf einmal sagen, wo ich herkomme und was ich hier geleistet habe. Das ist ein übertrieben schönes Gefühl" kata Deniz Undav, Penyerang Jerman.
Undav merefleksikan perjalanan kariernya yang penuh liku dan sering kali diabaikan oleh pemandu bakat sebelum menembus skuad Piala Dunia.
"immer übersehen worden. Ich war nie der große Name, ich was immer der Deniz" ujar Deniz Undav, Penyerang Jerman.
Bagi Undav, mencetak gol di level internasional terasa sangat alamiah seperti rutinitas harian biasa.
"wie auf Toilette zu gehen" kata Deniz Undav, Penyerang Jerman.
Namun, ia tidak menampik bahwa melakukannya di panggung tertinggi memberikan sensasi yang berbeda.
"auf der Bühne, international, auf der ganz Welt" ujar Deniz Undav, Penyerang Jerman.
Penyerang Stuttgart tersebut merasa pencapaiannya saat ini terasa seperti sebuah fantasi yang menjadi kenyataan.
"Es ist wie im Traum. Es ist nicht real" kata Deniz Undav, Penyerang Jerman.
Di luar lapangan, dinamika internal tim juga diwarnai persaingan sehat antara Nick Woltemade dan Kai Havertz saat mengisi waktu senggang di pemusatan latihan.
"Schau mal, wie viel Power meine Schläge haben – und deine" kata Nick Woltemade, Penyerang Jerman.
Woltemade menyatakan dirinya terus berupaya maksimal agar mendapatkan menit bermain pertamanya dari pelatih Julian Nagelsmann.
"Ich arbeite hart für meine Chance" ujar Nick Woltemade, Penyerang Jerman.
Havertz langsung merespons candaan rekan setimnya tersebut dengan menyinggung perjalanan karier masa mudanya.
"Bruder, sehe ich aus wie ein Handballer oder wie ein Fußballer? Ich war nicht bis 15 noch Handballer, ich habe mit 15 schon Bundesliga gespielt" kata Kai Havertz, Penyerang Jerman.
Nagelsmann sendiri memberikan garansi pertanggungjawaban penuh atas pengembangan performa Woltemade di dalam tim nasional.
"Wir kriegen den als Team definitiv hin" ujar Julian Nagelsmann, Pelatih Jerman.
Ia meminta sang pemain muda agar tidak terlalu membebani pikirannya dengan kecemasan berlebih.
"keinen Kopp" kata Julian Nagelsmann, Pelatih Jerman.
Di tempat terpisah, Jamal Musiala membagikan pandangannya mengenai ketatnya persaingan di fase gugur serta komitmennya untuk tetap fokus dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
"Das Spiel gegen die Elfenbeinküste war nicht leicht, weil wir auf einen körperlich starken Gegner getroffen sind. Wir haben uns aber gewehrt, den Gegner die ganze Zeit gestresst. So eine Erfahrung kann uns im weiteren Turnierverlauf helfen: nach einem Rückstand das Spiel noch gedreht zu haben.
Gegen Ecuador dürfen wir nicht nachlassen. Wir wollen im Flow bleiben. Über irgendwelche Spiele in der K.o.-Runde und mögliche Gegner nachzudenken bringt sowieso nichts." kata Jamal Musiala, Gelandang Serang Jerman.
Musiala juga memberikan pesan mendalam bagi generasi muda berdasarkan prinsip hidup yang membawanya ke level profesional saat ini.
"Bewahre dir den Hunger, es schaffen zu wollen, um es auf die größte Bühne der Welt zu schaffen. Aber ich würde ihm ebenso raten, dass es wichtig ist, dass er weiter den Fußball genießt und Spaß am Spiel hat." ujar Jamal Musiala, Gelandang Serang Jerman.
Ia pun menegaskan dedikasinya yang penuh untuk kepentingan kolektif tim nasional di atas ambisi mengejar penghargaan individu di turnamen ini.
"Wir wollen bei diesem Turnier zeigen, was wir draufhaben. Von so einer großen Auszeichnung will ich aber jetzt gar nicht sprechen, das ergibt sich – wenn, dann irgendwann, und an erster Stelle steht immer das Team. Schon seit ich ein Kind war, will ich immer die bestmögliche Version aus mir herauskitzeln.
Dafür pushe ich mich jeden Tag. Was ich mittlerweile aber gelernt habe, ist, geduldig zu bleiben. Ich weiß: Gerade nach meiner Verletzung muss ich Geduld haben.
Genauso weiß ich aber, dass ich die Qualität dazu habe, die hohen Ziele, die ich mir gesetzt habe, eines Tages zu erreichen. Ich mache mir da aber wegen persönlicher Trophäen keinen Druck." kata Jamal Musiala, Gelandang Serang Jerman.