Dayot Upamecano Siapkan Strategi Khusus Redam Erling Haaland
Bek tim nasional Prancis Dayot Upamecano bersiap menghadapi ancaman penyerang Norwegia Erling Haaland menjelang laga perebutan puncak klasemen Grup 9 Piala Dunia 2026 pada Jumat malam mendatang.
Pertandingan putaran ketiga fase grup ini menjadi penentu bagi Prancis dan Norwegia yang sama-sama mengoleksi enam poin setelah mengalahkan Senegal dan Irak, dengan Les Bleus sementara unggul selisih gol.
Upamecano menyadari daya ledak lini serang Norwegia yang bertumpu pada penyerang Manchester City tersebut, sehingga kewaspadaan penuh mutlak diperlukan di lini pertahanan Prancis.
"Dengan Haaland, Anda harus selalu mengawasinya dengan cermat, memperhatikan posisinya, serta pemain yang menguasai bola." kata Dayot Upamecano, Bek Prancis kepada surat kabar L’Équipe.
Pemain belakang asal klub Bayern Munich tersebut menambahkan bahwa pergerakan tanpa bola dari penyerang lawan sangat berbahaya dan membutuhkan konsentrasi ekstra untuk membaca arah permainan.
"Ketika dia berada di belakang saya, dan ketika salah satu rekan setimnya berlari di sayap, saya tahu bahwa saya perlu melirik sekali atau dua kali untuk mengetahui arah tujuannya dan bagaimana posisinya. Kita semua tahu bahwa dia adalah pemain yang sangat cepat, mirip dengan Kylian Mbappé." ujar Dayot Upamecano, Bek Prancis.
Antisipasi cepat menjadi kunci utama mengingat ketajaman sang penyerang yang sejauh ini telah membukukan total empat gol dari dua pertandingan awal Norwegia di turnamen tersebut.
"Cukup sepersekian detik bagi mereka untuk mengubah arah. Jadi, Anda harus terus mengawasinya. Jika Anda tidak bisa memprediksi sentuhannya dan mencegahnya mendapatkan bola, Anda harus mencoba mendorongnya ke sayap. Dia adalah pemain yang menyukai kontak fisik, dan saya juga begitu." ucap Dayot Upamecano, Bek Prancis seperti dilansir situs Foot Mercato.
Kerja sama taktis antar pemain belakang juga disiapkan, termasuk menerapkan penjagaan ganda dalam situasi bola mati demi mempersempit ruang tembak lawan di area penalti.
"Namun, terkadang, kamu harus mengendalikan jalannya pertandingan, mendorongnya ke salah satu sisi, dan mempersempit sudut tembakannya. Saat timnya melakukan tendangan sudut, lebih baik selalu menggandakan penjagaan. Pemain timku yang bertugas mengawalnya—biasanya bek sayap—tidak boleh terlalu jauh darinya, dan aku harus tetap berada tepat di belakangnya, dekat dengannya, tapi tidak terlalu dekat." tutur Dayot Upamecano, Bek Prancis.
Kedua tim akan memperebutkan status juara grup demi posisi yang lebih menguntungkan pada fase gugur berikutnya.
"Sulit untuk mencoba memprediksi gerakannya dan mengantisipasinya karena dia sangat kuat. Melawannya, selalu ada pertarungan yang sesungguhnya." kata Dayot Upamecano, Bek Prancis memungkasi pernyataannya.