Paus Leo XIV Kirim Bantuan Darurat Korban Gempa Venezuela
Paus Leo XIV mengirimkan dana bantuan darurat awal senilai 100.000 euro atau setara USD 114.000 untuk membantu para korban bencana gempa kembar di Venezuela pada Kamis (25/6/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Pengalokasian dana kemanusiaan tersebut disalurkan melalui Apostolic Almonry, yang merupakan kantor resmi Vatikan untuk urusan amal bagi masyarakat yang menghadapi kesulitan. Dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang wilayah barat Caracas pada Rabu (24/6) malam dilaporkan menjadi gempa terkuat di negara tersebut sejak tahun 1900.
Situs berita resmi Vatikan memberikan konfirmasi mengenai tujuan dari pengiriman dana tersebut bagi para korban terdampak bencana.
Ini merupakan "kontribusi awal" yang dimaksudkan untuk mendukung upaya bantuan darurat, kata Vatican News.
Bencana ini memicu keprihatinan internasional di tengah situasi domestik Venezuela yang sedang mengalami krisis ekonomi serta sosial yang parah. Berbagai negara seperti Kuba, Iran, Italia, Amerika Serikat, Prancis, Spanyol, hingga Uni Eropa langsung menawarkan pengiriman tim penyelamat serta bantuan darurat.
Hingga saat ini, proses evakuasi korban dari bawah reruntuhan bangunan masih terus diupayakan oleh petugas bersama warga setempat. Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mengonfirmasi data terkini mengenai jumlah korban jiwa dan luka, terutama di wilayah utara Caracas yang mengalami dampak terparah.
Negara bagian La Guaira di utara Caracas dilaporkan menjadi wilayah yang menerima dampak kerusakan paling masif akibat guncangan tersebut. Di tengah situasi darurat pascabencana, seorang warga bernama Larry Rojas menggambarkan kondisi keluarganya yang masih terjebak di dalam bangunan runtuh di kota Catia La Mar.
"Kami tidak punya apa-apa, saat ini kami tidak punya apa-apa, bahkan kekuatan atau keberanian untuk masuk ke sana, bayangkan saja," kata Larry Rojas (49) kepada AFP.
Berdasarkan laporan terkini, jumlah korban meninggal akibat gempa tersebut telah mencapai sedikitnya 164 orang, sementara korban luka-luka dilaporkan melampaui 970 orang.