Bahlil Lahadalia Tanggapi Sorotan Publik Terhadap Gubernur Rudy Masud

Share

Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia memberikan tanggapan terkait sorotan publik yang menimpa Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud pada pembukaan IPA Convention and Exhibition 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (20/5/2026).

Bahlil Lahadalia menilai polemik yang viral di media sosial tersebut merupakan hal biasa dalam dinamika pemerintahan dan meminta Rudy Mas'ud untuk tidak mundur menghadapi kritik masyarakat.

Sebelum memberikan tanggapan tersebut, Bahlil Lahadalia memaparkan penemuan blok gas baru di Kalimantan Timur oleh ENI dan Petronas dengan potensi cadangan 5 TCF gas serta 200.000 barel kondensat ekuivalen yang ditargetkan berproduksi pada 2028-2029.

Melalui dokumentasi YouTube Kementerian ESDM, Bahlil Lahadalia melontarkan candaan sekaligus motivasi di hadapan para pelaku usaha sektor hulu minyak dan gas bumi.

"Apresiasi kepada ENI yang baru mengumumkan untuk mendapatkan blok baru di Kalimantan Timur dengan 5 TCF gas dan bisa menghasilkan 200.000 kondensat ekuivalen dengan 200.000 barel, kalau tidak salah Pak Joko ya, dan itu akan mulai produksi di 2028-2029," kata Bahlil Lahadalia.

Bahlil Lahadalia kemudian meminta Rudy Mas'ud untuk berdiri di tengah acara tersebut guna menyapa para peserta konvensi hulu migas.

"Ini adalah sebuah langkah baru. Ini gubernurnya nih, ada gubernurnya. Pak Rudy, berdiri Pak Rudy. Ini Gubernur Kalimantan Timur yang lagi viral," canda Bahlil Lahadalia.

Bahlil Lahadalia menambahkan bahwa perhatian publik merupakan penanda bahwa seorang pejabat dikenal oleh masyarakat luas.

"Yang lagi viral. Pak Rudy, kalau kita jadi pejabat nggak viral itu nggak top. Karena kita viral, maka kita top. Plus minus itu biasa. Tinggal bagaimana cara kita memitigasi dan mensiasati. Nah, dengan kata lain harus kita olah-olah sedikit, kira-kira begitu," sambung Bahlil Lahadalia.

Politisi Partai Golkar tersebut meminta kadernya untuk tetap teguh menjalankan tugas kedinasan di Kalimantan Timur.

"Nggak apa-apalah, kamu Ketua Golkar kok, nggak apa-apa. Jadi nggak ada itu kita mundur-mundur," tutur Bahlil Lahadalia.

Dalam laporan Tirto.id, Bahlil Lahadalia juga menyampaikan pandangannya mengenai status viral pejabat di lokasi yang sama.

"Kalau kita jadi pejabat tidak viral itu tidak top. Karena kita viral, maka kita top. Plus-minus itu biasa, tinggal bagaimana cara kita memitigasi dan menyiasati. Dengan kata lain, harus kita olah-olah sedikit, kira-kira begitu," tutur Bahlil Lahadalia.

Dalam kesempatan terpisah, Bahlil Lahadalia menegaskan dukungannya terhadap kepemimpinan Rudy Mas'ud.

"Ini Gubernur yang lagi viral pak Rudy kalau jadi pejabat gak viral artinya gak top, plus minus biasa. Bagaimana memitigasi dan siasati. Kamu ketua Golkar kok, gak ada kita mundur-mundur," ujar Bahlil Lahadalia dilansir dari CNBC Indonesia.

Bahlil Lahadalia kemudian mengingatkan pentingnya koordinasi antara Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan kepala daerah setempat.

"Saya minta KKKS koordinasi denagn kepala daerah contoh kemarin saya apresiasi kepada ENI yang mengumumkan dapat blok baru di Kaltim 5 tcf gas dan 200 ribu kondensat barel," ujarnya.

Berdasarkan catatan pemberitaan, Rudy Mas'ud menuai kritik masyarakat dan aksi demonstrasi akibat penganggaran renovasi rumah dinas senilai Rp25 miliar serta rencana pengadaan mobil dinas senilai Rp8,5 miliar yang kini telah dikembalikan.

Rudy Mas'ud sempat memberikan argumentasi mengenai pengadaan fasilitas kendaraan tersebut pada 25 Februari 2026 demi menjaga kehormatan daerah.

"Masa iya kepala daerahnya pakai mobilnya ala kadarnya, jangan dong. Jaga muruahnya Kaltim, ini muruahnya Kaltim," kata Rudy Mas'ud.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author