Komdigi Evaluasi Administrasi Tiga Operator Seluler dalam Lelang Frekuensi

Share

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah menjalankan tahapan evaluasi administrasi terhadap berkas permohonan dari para peserta lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Proses seleksi infrastruktur digital ini diikuti oleh tiga operator seluler eksisting di Indonesia, yaitu Indosat Ooredoo Hutchison, Telkomsel, dan XLSmart. Seperti diberitakan oleh Detik iNET, Tim Seleksi telah merampungkan proses pemeriksaan serta klarifikasi terhadap seluruh dokumen keikutsertaan yang diserahkan oleh ketiga perusahaan telekomunikasi tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tim menemukan beberapa catatan khusus pada berkas administrasi milik ketiga peserta, yang hasilnya akan segera diumumkan secara resmi melalui situs resmi Komdigi.

"Kami berkomitmen penuh untuk menjalankan seluruh tahapan seleksi ini dengan mengedepankan asas transparansi, kepastian hukum, dan akuntabilitas," ujar Meutya Hafid dikutip dari siaran pers, Kamis (25/6/2026). Proses evaluasi dokumen ini berjalan melalui dua sistem utama, yakni pemeriksaan kelengkapan berkas formal serta verifikasi kecocokan dan keabsahan data yang diajukan peserta.

Perusahaan yang lolos verifikasi administrasi ini dapat melaju ke tahapan seleksi berikutnya, sementara peserta yang tidak melengkapi kriteria akan langsung dinyatakan gugur. Agenda pelelangan pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz ini sudah bergulir sejak 23 April 2026 sebagai langkah strategis memperkuat pemerataan internet berkualitas.

Pemerintah berharap tambahan spektrum ini dapat memacu operator seluler mempercepat perluasan jaringan, menaikkan kapasitas mobile broadband, dan membuka akses di area terpencil. Kebijakan ini juga dirancang demi memenuhi target pembangunan digital nasional yang tertuang dalam RPJMN 2025-2029 dan Rencana Strategis Kementerian Komunikasi dan Digital 2025-2029. Meutya menegaskan bahwa spektrum frekuensi merupakan sumber daya yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

"Spektrum frekuensi adalah sumber daya alam yang terbatas, namun memiliki potensi luar biasa untuk mendorong kemajuan ekonomi digital. Melalui proses seleksi yang transparan dan akuntabel ini, kami ingin memastikan pita 700 MHz dan 2,6 GHz dapat dioptimalkan untuk menghadirkan akses internet yang lebih merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama dalam mendongkrak produktivitas ekonomi digital di berbagai sektor," kata Meutya.

Pemanfaatan pita 700 MHz dan 2,6 GHz menjadi momentum yang dinantikan industri telekomunikasi karena dinilai sangat strategis untuk mengoptimalkan jaringan 4G sekaligus memperluas konektivitas 5G.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author