Presiden Donald Trump Batalkan Penandatanganan RUU Biaya Perumahan di AS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendadak membatalkan agenda pengesahan undang-undang lintas partai yang dirancang untuk menurunkan biaya perumahan masyarakat pada Rabu (24/6) di Washington.
Langkah pembatalan ini diambil guna menekan badan legislatif agar segera mengesahkan regulasi verifikasi pemilih yang ketat melalui RUU SAVE America Act.
RUU perumahan bertajuk 21st Century ROAD to Housing Act sebelumnya telah disetujui DPR AS dengan hasil pemungutan suara 358-32 pada Selasa, menyusul persetujuan mayoritas Senat pada Senin.
Regulasi tersebut menargetkan peningkatan pasokan rumah melalui penyederhanaan birokrasi bagi pengembang dan pelarangan investasi korporasi berskala besar yang menguasai lebih dari 350 unit rumah modular.
Melalui media sosial, Trump menyatakan bahwa konferensi pers dan penandatanganan perumahan hari itu ditangguhkan sampai RUU verifikasi identitas warga negara dalam pemilu federal disahkan.
"Today's Housing News Conference and Signing is hereby cancelled until such time as we pass the desperately needed SAVE AMERICA ACT, which I consider to be a National Emergency." kata Trump.
Saat menemui Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Gedung Putih, Trump menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga adalah kunci utama untuk menyelesaikan masalah beban properti warga.
"Lower the interest rates, you can have all the housing you want," kata Trump.
Trump juga berpendapat kebijakan penurunan suku bunga tersebut tidak akan merugikan para pemilik aset properti yang ada saat ini.
"I don't want to hurt people that own houses. To these people, for the first time in their lives, they have valuable houses." cetus Trump.
Ketika ditanya mengenai peluang kompromi politik demi meloloskan undang-undang perumahan tersebut, Trump secara tegas menolak opsi tersebut.
"This doesn't compromise," kata Trump.
Ia menolak kompromi karena menuduh kubu Demokrat sengaja menjegal aturan identitas pemilih, dokumen kewarganegaraan, serta penataan surat suara via pos.
"Its voter ID, it's proof of citizenship, and it's also the mail in ballots." tambah Trump.
Penundaan ini memicu ketegangan dalam acara makan siang tertutup antara Trump dan para politisi Republik di Capitol Hill, di mana Senator Bill Cassidy mengkritik kebijakan luar negeri presiden terkait konflik Iran.
Pemimpin Mayoritas Senat John Thune menyatakan harapannya agar sang presiden pada akhirnya bersedia menandatangani undang-undang kedaruratan biaya hidup tersebut.
"That was his call to make," ujar John Thune kepada CNN.
Thune menambahkan bahwa draf regulasi perumahan ini telah digodok dalam waktu yang sangat lama demi mengatasi persoalan keterjangkauan properti.
"What I would say is that the bill is a bill that's been worked on for a long time. It's an affordability issue, and eventually I hope he'll find his way to sign it." tutur John Thune.
Di sisi lain, Senator Demokrat Elizabeth Warren mengecam pembatalan sepihak tersebut dan menilai tindakan Trump memperlihatkan ketidakpedulian terhadap krisis ekonomi keluarga Amerika.
"This just doesn't make any sense other than whatever it is he wants to do, it's a complete indifference to the cost squeeze on American families," kata Elizabeth Warren kepada CNBC.
Warren menegaskan kembali urgency pemangkasan harga hunian yang selalu dikeluhkan oleh konstituen di daerah pemilihan mereka.
"Every time every member of Congress goes back home they hear how urgent it is to bring down home prices. And that's what the bill does," pungkas Elizabeth Warren kepada NPR.
Senator Republik Tim Scott sebelumnya menyatakan di sidang Senat bahwa daerah yang tidak produktif membangun hunian baru sudah sepatutnya kehilangan insentif dana federal.
"If you don't build more housing, you should lose those incentives. And they should go to the places where you're building more housing," tegas Tim Scott.
Pihak penentang regulasi seperti Ross Marchand dari Taxpayers Protection Alliance menilai larangan bagi investor korporasi justru berisiko menekan perbaikan stok rumah nasional.
"It chills investment, and we need more investment in housing stock, not less," tukas Ross Marchand.
Sementara itu, pakar industri dari NerdWallet, Kate Wood, menjelaskan penghapusan aturan rangka baja permanen pada rumah prafabrikasi berpotensi menghemat pengeluaran konstruksi secara masif.
"Not having that chassis immediately wipes several thousand dollars off that price — and this is already a type of home that is significantly less expensive than a traditional stick-built home," jelas Kate Wood.
Menurut analisis data ekonomi dari Redfin dan Federal Reserve Bank of St Louis, rata-rata harga rumah di AS saat ini menyentuh angka 403.000 dolar AS, yang membutuhkan standar pendapatan keluarga minimal 117.000 dolar AS per tahun.