Umat Islam Bersiap Rayakan Idul Adha pada 27 Mei 2026
Umat Islam bersiap menyambut Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 27 Mei 2026 mendatang dengan menyelenggarakan ibadah shalat Id dan penyampaian khutbah di berbagai wilayah.
Acara keagamaan ini menjadi momentum penting yang memadukan dimensi spiritual ketundukan kepada Allah SWT dan dimensi sosial berupa kepedulian terhadap sesama manusia.
Panduan pelaksanaan ibadah menyebutkan bahwa khutbah Idul Adha digelar setelah shalat dua rakaat selesai secara berdiri bagi yang mampu, serta disunahkan membaca takbir sembilan kali pada khutbah pertama dan tujuh kali pada khutbah kedua.
Pesan nilai keagamaan ini juga dikaji secara mendalam dalam kegiatan pengajian rutin bulanan Muslimah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting 'Aisyiyah (PRA) Kembaran, Kabupaten Banyumas.
Pertemuan yang berlangsung pada Selasa, 19 Mei 2026 pukul 15.30 WIB di rumah Darmawan tersebut menghadirkan kajian bertema hikmah kurban.
"Hendaklah kamu bertakbir (mengagungkan Allah) atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu" kata Ustadzah Dr. Nur Isnaini, S.Kep., M.Kep membacakan firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 185.
Pihaknya menjelaskan bahwa kisah keshalihan Ibrahim dan keikhlasan Ismail dalam menjalankan perintah Allah merupakan simbol penting mengenai semangat rela berkorban demi mencapai kesuksesan dan ridha Sang Pencipta.
"Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar" ujar Nur Isnaini mengutip isi Surat Ash-Shaffat ayat 102.
Kajian tersebut menegaskan bahwa Hari Raya Idul Adha bukan sekadar ritual tahunan, melainkan medium pendidikan moral bagi umat Islam untuk mengikis ego, melepaskan keterikatan harta dunia, serta memperkuat solidaritas sosial melaui pembagian daging kurban.
"Sesungguhnya cita-cita (harapan) itu merupakan Rahmat Allah bagi ummatku, seandainya tidak ada cita-cita niscaya tiada seorang ibupun yang mau menyusui anaknya dan tiada seorang petanipun yang" kata Nur Isnaini menambahkan naskah khutbah dari Kemenag Sumatera Selatan.
Kegiatan pengajian bulanan ini dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga keeratan hubungan antarmasyarakat serta memperkuat komitmen keagamaan.
Ketua Pimpinan Ranting 'Aisyiyah Kembaran, Sri Rejeki, S.E., menyampaikan bahwa pengajian rutin bulanan merupakan bagian penting dalam membangun ukhuwah Islamiyah dan memperkuat semangat amar makruf nahi mungkar di lingkungan masyarakat.