Ilmuwan Temukan Bunglon Berukuran Ekstrem dengan Genital Super Besar

Share

Para ilmuwan berhasil mengidentifikasi spesies bunglon baru yang memiliki ukuran tubuh sangat mini, yakni hanya seukuran ujung jari manusia. Menariknya, hewan bertubuh ekstra kecil ini justru memiliki organ reproduksi atau genital yang berukuran sangat besar.

Penemuan unik ini sejatinya telah terjadi sejak tahun 2021 lalu. Penjelasan mengenai keberadaan reptil kerdil tersebut kemudian dipublikasikan secara resmi oleh tim peneliti di jurnal Scientific Reports, seperti dilansir dari Detik iNET.

Proses pencarian satwa berukuran mikro ini memerlukan metode yang tidak mudah di habitat aslinya. Para peneliti harus menerapkan teknik khusus dan pengamatan yang sangat jeli di lapangan untuk bisa menemukannya.

"Dibutuhkan banyak kesabaran dan ketelitian," kata salah satu penulis, Mark D Scherz, kepada IFLScience, mengenai penemuan itu.

"Dengan latihan, seseorang bisa menjadi cukup mahir, tetapi kami sering bekerja sama dengan pemandu lokal yang merupakan ahli khusus dalam menemukan bunglon kecil ini," tambahnya.

Sebelum spesies ini ditemukan, rekor reptil paling mini di dunia dipegang oleh jenis lain yang masih berkerabat dekat. Pada tahun 2012, bunglon kecil Brookesia micra didokumentasikan untuk pertama kalinya. Saat itu diyakini sebagai yang terkecil di dunia, hingga spesies yang lebih kecil lagi muncul dan merebut gelar tersebut. Spesies itu diberi nama Brookesia nana.

Penamaan ilmiah satwa ini merujuk pada karakteristik fisiknya yang luar biasa kecil. Kata tersebut diambil dari istilah bahasa kuno yang sering digunakan dalam dunia teknologi modern saat ini.

"'Nana' berasal dari akar kata Latin/Yunani yang sama yang memberi kita awalan 'nano-' yang kita gunakan untuk hal-hal seperti 'nanoteknologi' untuk menunjukkan ukuran yang sangat kecil," jelas Scherz.

Kondisi fisik satwa yang sangat mini ini diimbangi oleh struktur organ reproduksinya. Spesies ini mengimbangi kekurangan ukurannya dengan apa yang digambarkan para peneliti sebagai alat kelamin yang sangat besar. Untuk keamanan, bunglon jantan biasanya menyembunyikan alat kelaminnya, yang disebut hemipenes.

Organ ini tidak selalu terlihat dalam kondisi biasa, melainkan hanya dikeluarkan pada momen-momen tertentu saja. Terkadang, bunglon jantan mungkin memilih untuk mengeluarkan udara dari alat kelaminnya dan menggerakkannya. Mereka juga mengeluarkannya untuk kawin. Hebatnya, ketika dikeluarkan dan dipamerkan, hemipenes B. nana kira-kira 18,5% dari ukuran tubuhnya.

Para ahli biologi menyusun hipotesis mengenai alasan di balik proporsi tubuh yang tidak biasa tersebut. Alasan mengapa bunglon ini punya alat kelamin yang besar, peneliti menduga itu adalah hasil dari ukuran tubuh betina yang jauh lebih besar. Agar berhasil bereproduksi, alat kelamin jantan perlu dapat berfungsi secara mekanis dengan alat kelamin betina.

Meskipun memiliki rasio organ yang besar, spesies ini bukanlah satu-satunya reptil kerdil dengan karakteristik tersebut. Hemipenes B. nana adalah salah satu yang terpanjang di antara bunglon kecil, tetapi tidak sepenuhnya menempati posisi teratas. Brookesia tuberculata, yang hanya berukuran 18,3 – 20,1 milimeter dari moncong hingga kloaka, telah mengungguli yang lain dengan ekstensi bawaan pada hemipenes yang membuat keseluruhan ukuran mencapai lebih dari 30% ukuran tubuh jantan.

Habitat asli dari satwa unik ini berada di kawasan pulau yang terkenal kaya akan flora dan fauna endemik. Lebih lanjut, Hemipenes B. nana ini ditemukan di Madagaskar yang merupakan surga keanekaragaman hayati serta sumber spesies baru.

"Kami terus-menerus mengidentifikasi spesies baru dari Madagaskar dan mendeskripsikannya," ujar Scherz.

"Bahkan di antara bunglon yang cantik dan karismatik, masih banyak hal yang harus kita learn. Sementara itu, kami juga berupaya memahami proses evolusi yang telah melahirkan keanekaragaman hayati Madagaskar yang luar biasa, dan ancaman yang dihadapi keanekaragaman tersebut," tandasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author