Gojek Hapus Program Langganan GoRide Hemat untuk Pengemudi

Share

Program langganan layanan GoRide Hemat bagi mitra pengemudi resmi dihentikan oleh platform penyedia layanan transportasi Gojek. Keputusan ini diambil sebagai langkah adaptasi perusahaan terhadap regulasi baru pemerintah mengenai potongan pendapatan ojek daring.

Penghentian skema tersebut diumumkan langsung oleh manajemen dalam jumpa pers di Jakarta pada Selasa (19/5/2026). Kebijakan ini sekaligus menjadi tindak lanjut atas hasil evaluasi internal terhadap layanan GoRide Hemat yang telah diuji coba sejak akhir tahun lalu.

“Gojek akan menghentikan skema langganan untuk mitra pengemudi,” kata Direktur Utama/CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Hans Patuwo dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa.

Pihak manajemen menjelaskan bahwa langkah ini disesuaikan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026. Regulasi tersebut mengatur tentang potongan pendapatan mitra pengemudi yang kini dipangkas menjadi delapan persen.

“Setelah berjalan tiga bulan (sejak Februari 2026), kami melakukan kajian mendalam dan menemukan bahwa skema langganan ini perlu keseimbangan yang lebih baik bagi kesejahteraan mitra pengemudi,” katanya.

Evaluasi mendalam dilakukan setelah program ini diperluas ke berbagai wilayah Indonesia sejak Februari 2026. Gojek mencatat layanan GoRide reguler tetap menjadi pilihan utama pelanggan dibandingkan dengan varian Hemat.

“Oleh karena itu, kami memutuskan untuk menghentikan program langganan tersebut efektif dalam waktu dekat,” ujar dia menambahkan.

Dampak dari penghapusan skema langganan ini akan memicu penyesuaian tarif pada layanan GoRide Hemat demi menjaga pendapatan pengemudi. Namun, manajemen memastikan perubahan harga tersebut akan sangat minim dan tetap terjangkau.

“Dampak dari ini, khususnya hanya untuk layanan GoRide Hemat, akan ada penyesuaian harga konsumen secara sangat terbatas. Kami memastikan bahwa penyesuaian ini dilakukan secara terukur dan tetap mengutamakan keterjangkauan bagi masyarakat,” ujarnya.

Perusahaan memahami kekhawatiran konsumen terkait perubahan tarif ini. Meski demikian, penyesuaian harga pada layanan GoRide Hemat diharapkan bisa memberikan dampak positif langsung bagi kesejahteraan para mitra di lapangan.

“And jangan lupa bahwa saat ini kalau kita bandingkan antara GoRide reguler dan GoRide Hemat, GoRide reguler itu masih digunakan lebih banyak pelanggan dibandingkan GoRide Hemat di Gojek pada saat ini,” kata Hans.

Manajemen GOTO juga menegaskan bahwa tarif untuk layanan GoRide reguler dipastikan tidak mengalami kenaikan. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas pasar dan komitmen layanan kepada pengguna setia.

“Jadi kami berharap juga bisa memberikan sesuatu stabilitas dan juga semacam tanggung jawab perusahaan terhadap pelanggan-pelanggan kami,” ujarnya menambahkan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author