Gempa Magnitudo 7,2 Guncang Lepas Pantai Utara Jepang

Share

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,2 mengguncang wilayah lepas pantai utara Jepang pada hari Kamis (25/6) pukul 7:30 pagi waktu setempat tanpa memicu adanya korban jiwa maupun kerusakan besar. Guncangan berpusat di laut lepas prefektur Iwate di pulau Honshu dan terasa hingga ibu kota Tokyo yang berjarak beberapa ratus mil dari episentrum.

Otoritas terkait memastikan tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan pascagejala alam tersebut. Dilansir dari Detikcom melalui kantor berita AFP, Badan Meteorologi Jepang (JMA) awalnya melaporkan kekuatan gempa berada pada Magnitudo 6,9 sebelum akhirnya direvisi menjadi 7,2 dengan kedalaman pusat gempa mencapai 44 kilometer.

Dampak dari guncangan ini memengaruhi sejumlah fasilitas publik dan aktivitas warga setempat. Layanan kereta cepat Shinkansen sempat ditangguhkan untuk sementara waktu, sementara sebuah sekolah dasar di Hashikami menghentikan kegiatannya sementara menurut laporan media penyiaran publik NHK.

Dinas pemadam kebakaran di wilayah Hashikami dan Hachinohe mencatat setidaknya ada empat panggilan darurat mengenai warga yang terjebak di dalam lift. NHK juga mengabarkan adanya insiden pintu macet serta satu unit truk tangki yang terbalik akibat guncangan.

Warga Hashikami di prefektur Aomori sekaligus karyawan perusahaan pengolahan makanan, Mutsumi Shimohata, 61 tahun, memberikan keterangan mengenai situasi yang dialaminya saat gempa bumi terjadi.

"Gempa terjadi ketika saya berada di rumah, dan alarm (di ponsel pintarnya) berbunyi sesaat kemudian. Saya terkejut, dan rasanya agak lama," kata Mutsumi Shimohata kepada AFP.

Meskipun kediamannya aman, Shimohata menjelaskan bahwa tempat kerjanya menerapkan kebijakan khusus guna mengantisipasi dampak lanjutan di area perkantoran.

"Rumah kami tidak mengalami kerusakan, tetapi perusahaan kami meminta kami untuk tetap di rumah dan siaga hari ini, karena pintu otomatis kantor berhenti terbuka, dan sebagian langit-langit runtuh," imbuh Mutsumi Shimohata.

Pemerintah setempat langsung melakukan pemantauan intensif secara berkala untuk mengumpulkan informasi valid dari seluruh titik terdampak.

"Saat ini, tidak ada informasi yang menunjukkan adanya korban jiwa, tetapi kami akan terus memantau dan menilai situasi terkait kerusakan," kata Minoru Kihara, Juru Bicara Pemerintah.

Terkait infrastruktur vital, sektor energi di area terdampak dilaporkan berada dalam kondisi aman. Otoritas Regulasi Nuklir menyatakan bahwa tidak ditemukan adanya anomali pada pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah tersebut sebagaimana diwartakan oleh Kyodo News.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: gempa bumi gempa jepang iwate
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author