Gempa Kembar Magnitudo 7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, Sejumlah Gedung Runtuh

Share

Bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah Venezuela, seperti dilansir dari Detikcom berdasarkan laporan Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (USGS). Peristiwa pertama terdeteksi pada pukul 18:04 waktu setempat dengan titik pusat di dekat Kota San Felipe, berjarak sekitar 280 km dari arah barat Ibu Kota Caracas. Sesaat kemudian, USGS mencatat adanya aktivitas tektonik susulan yang berkekuatan lebih besar, yakni mencapai magnitudo 7,5.

Lokasi pusat gempa yang kedua ini berada di sekitar wilayah Yumare, yang letaknya sedikit bergeser ke arah utara dari titik guncangan pertama.

Sejauh ini tingkat kerusakan secara menyeluruh masih belum dapat dipastikan secara detail akibat bencana tersebut. Kendati demikian, dokumentasi foto serta laporan dari penduduk di Caracas dan La Guaira memperlihatkan adanya beberapa bangunan yang roboh.

Pihak USGS mengalkulasikan terdapat potensi sebesar 44% bahwa angka kematian akibat bencana ini bisa melebihi 10.000 jiwa. "Bencana ini kemungkinan meluas" dan gempa susulan dengan guncangan kuat dapat terjadi, kata USGS.

Selain ancaman keruntuhan struktur, terdapat pula risiko kemunculan tanah longsor serta fenomena likuifaksi pada permukaan tanah di area terdampak. Petugas penyelamat saat ini tengah berupaya menyisir puing-puing bangunan di kota Caracas untuk mencari korban yang tertimbun. Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, mengonfirmasi lewat saluran televisi nasional mengenai adanya rumah warga dan gedung yang hancur.

Guna menangani situasi darurat, otoritas terkait telah menggerakkan seluruh unsur keamanan, pertahanan sipil, sukarelawan, petugas pemadam kebakaran, hingga aparat kepolisian.

Warga yang menetap di sekitar wilayah terdampak diimbau oleh Diosdado Cabello untuk segera keluar dan menjauhi bangunan. Kepanikan massal sempat terekam dalam video di media sosial, memperlihatkan puluhan orang berlarian di dalam Bandara Internasional Maiqueta yang mengalami kerusakan. Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui perwakilan diplomatik di Caracas mengabarkan bahwa tiga WNI yang terdata di negara tersebut berada dalam keadaan selamat.

"Gedung Kantor KBRI Caracas beserta Wisma Duta tidak mengalami kerusakan struktural yang berarti dan seluruh staf dalam keadaan selamat," kata Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah.

KBRI Caracas langsung mengaktifkan saluran komunikasi darurat pascagempa demi memantau situasi sekitar serta memperbarui informasi mengenai kondisi para warga negara Indonesia. Sebagai langkah mitigasi risiko kecelakaan sekunder, saluran gas alam yang menyuplai ribuan tempat tinggal di beberapa kota diputus untuk sementara.

"jenis kecelakaan apa pun", kata Menteri Cabello. Dampak lain dari guncangan ini juga memicu terputusnya pasokan listrik dan jaringan telekomunikasi internet di sejumlah distrik.

Peristiwa alam ini bertepatan dengan hari libur nasional memperingati Pertempuran Carabobo 1821, sehingga mayoritas warga sedang berada di kediaman masing-masing. Seorang jurnalis BBC Mundo bernama Nicole Koster turut merasakan langsung kuatnya guncangan dari tempat tinggalnya di lantai 7 sebuah apartemen di Caracas. "Ini adalah gempa terkuat yang pernah saya rasakan seumur hidup," katanya.

"Saya melihat jendela-jendela besar bergerak. Yang terpikir oleh saya adalah berdiri di antara pintu masuk dan dinding batu, yang menurut saya cukup kuat, untuk mencoba melindungi diri," ujarnya.

"Guncangannya begitu kuat hingga saya pikir bangunan itu akan runtuh menimpa saya," katanya. Nicole Koster juga mengisahkan bahwa dirinya mendengar suara jeritan dari orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan sebuah bangunan di dekat tempatnya berada. Kesaksian lain datang dari Maria Elise yang menyebutkan bahwa dinding hunian apartemen miliknya mengalami keretakan, disertai tumbangnya tiang listrik di kawasan pusat kota.

Seorang wanita lansia berumur 80 tahun di Caracas selatan menceritakan pengalamannya kepada kantor berita Reuters mengenai apartemennya yang bergoyang hebat hingga harus dibantu evakuasi oleh polisi.

Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat memperingatkan bahwa gempa susulan dapat terjadi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author