Disdik Sulsel dan Makassar Kawal Kelancaran Penerimaan Murid Baru

Share

Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan dan Kota Makassar mengawal pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 tingkat SMA, SMK, dan SMP agar berjalan lancar melalui integrasi data dan penyediaan layanan bantuan bagi masyarakat.

Pendaftaran melalui aplikasi Lontara untuk jalur domisili berjalan baik, didukung kestabilan server yang mampu menampung puluhan ribu pengakses. Di tingkat provinsi, pengumuman seleksi Zona II jalur domisili telah disiarkan secara daring pada Selasa, 23 Juni 2026, setelah proses verifikasi berkas rampung.

Tim Ahli Wali Kota Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi, Andi Gita Namira, memastikan penanganan kendala teknis warga dibantu secara bertahap oleh petugas di posko bantuan.

"Alhamdulillah, sejauh ini proses pendaftaran jalur domisili berjalan dengan baik. Jika masyarakat mengalami kendala teknis, mereka dapat langsung datang ke Dinas Pendidikan karena kami telah menyediakan help desk yang siap memberikan pendampingan secara bertahap," ujar Andi Gita Namira, Tim Ahli Wali Kota Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi.

Sistem ini juga dilaporkan memberikan asas keadilan sosial yang transparan bagi seluruh lapisan masyarakat peserta didik.

"Ada peserta yang mendaftarkan dirinya sendiri dan berhasil diterima di SMP Negeri 3 Makassar melalui jalur prestasi. Hal ini menunjukkan bahwa sistem berjalan dengan baik dan seleksi dilakukan berdasarkan capaian yang dimiliki peserta," katanya.

Pihak panitia mengantisipasi ketidaksesuaian titik koordinat domisili akibat sinkronisasi berkas antarsistem pusat dan daerah.

"Hingga hari ketiga ini, terdapat beberapa peserta yang datang ke Dinas Pendidikan untuk memperbaiki titik koordinat domisili karena adanya ketidaksesuaian data. Selama data yang diajukan sesuai dengan Kartu Keluarga, proses perbaikannya dapat langsung dibantu oleh petugas," jelasnya.

Langkah mitigasi berupa pengujian ketahanan situs juga terus dilakukan demi mengantisipasi lonjakan trafik saat pengumuman hasil seleksi.

"Alhamdulillah, hingga saat ini tidak ada gangguan server. Meskipun situs diakses oleh puluhan ribu pengguna, sistem masih berjalan dengan baik karena kami telah menyiapkan strategi teknis dan mitigasi sejak awal," ujarnya.

Tim teknis menjamin masyarakat tidak perlu risau akan terjadinya kelumpuhan akses web.

"Kami juga melakukan pengujian ketahanan sistem menjelang hari pengumuman karena diperkirakan akan terjadi peningkatan akses secara bersamaan. Masyarakat tidak perlu khawatir karena tim teknis telah melakukan berbagai langkah antisipasi," katanya.

Masyarakat yang masih kebingungan diarahkan untuk memanfaatkan saluran bantuan resmi yang disediakan pemerintah daerah.

"Jika masih mengalami kendala teknis, jangan sungkan untuk bertanya atau datang langsung ke Dinas Pendidikan Kota Makassar. Kami siap membantu agar proses pendaftaran berjalan lancar," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Iqbal Nadjamuddin, menjabarkan tahapan seleksi lanjutan setelah pemenuhan kuota jalur zonasi selesai diproses.

"Kita sekarang tahap jalur domisili zonasi 2. Pengumuman mungkin besok, pendaftaran, ada masa sanggah. Setelah itu masuk ke jalur prestasi," kata Iqbal Nadjamuddin, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel kepada Kompas.com.

Pembukaan jalur prestasi akademik hingga keagamaan menjadi kesempatan berikutnya bagi calon siswa yang belum terjaring.

"Prestasi nanti insyaallah mungkin tanggal 25, tidak salah. Setelah pengumuman di Zonasi 2 ini," ucapnya.

Dinas Pendidikan membuka ruang seleksi yang luas bagi murid untuk mengoptimalkan rekam jejak sertifikat yang mereka punya.

"Peluangnya kan bisa di prestasi. Anak-anak itu kan sebenarnya tidak lulus di tahap satu, mungkin di tahap keduanya bisa lagi masuk. Artinya banyak sekali peluang sebenarnya," ujarnya.

Pilihan pendaftaran dibebaskan kepada para peserta didik agar sesuai dengan kompetensi masing-masing.

"Artinya tahapan-tahapan diikuti. Artinya kalau tidak lulus nanti di tahapan terakhir nanti prestasi," tuturnya.

Penggunaan sistem verifikasi otomatis juga diterapkan guna meminimalkan manipulasi syarat masa tinggal domisili.

"Jadi anak-anak itu bisa memilih sesuai dengan karakter prestasinya nanti mereka masuk kemana di empat itu," sebutnya.

Ketentuan minimal satu tahun masa kepemilikan dokumen kependudukan menjadi penyaring utama keabsahan berkas pendaftar.

"Itu kita sudah antisipasi, di by-sistem sebenarnya sudah antisipasi. Di sistem itu kan KK (kartu keluarga) itu aturannya kan minimal setahun," ujarnya.

Calon murid yang terhambat validasi sistem otomatis diminta segera melapor secara manual agar bisa ditangani panitia.

"Nah di sistem itu ada anak-anak yang tidak bisa mendaftar karena ternyata dia tidak bisa mendaftar akunnya karena KK-nya ternyata tidak cukup setahun," sambungnya.

Pemerintah daerah telah mengintegrasikan data kependudukan secara menyeluruh ke dalam aplikasi penerimaan baru ini.

"Kita di sistem ini kan sudah diatur, sudah ada pemadanan dengan dukcapil, seluruh KK itu sudah ada di dalam aplikasi sistem itu."

Siswa yang tertolak oleh sistem aplikasi otomatis akan diverifikasi manual di sekolah tujuan.

"Jadi ketika ada anak-anak yang tidak cukup KK-nya itu tertolak, artinya nanti dia datang melapor ke sekolah, baru dia bisa mendaftar," kata Iqbal Nadjamuddin.

Kondisi persepsi sekolah favorit juga menjadi catatan di daerah lain seperti yang diungkapkan otoritas pendidikan Nusa Tenggara Barat mengenai pentingnya pemerataan pemahaman masyarakat.

"Menurut saya, yang paling penting itu adalah bahwa masyarakat, anak-anak kita, orang urea siswa mestinya menyadari, legowo ketika jalur-jalur resmi yang dibuka oleh Dinas Pendidikan itu dia tidak diterima. Sekolah yang yang masih ada kuotanya itu kualitasnya bagus, guru-gurunya bagus, sarananya bagus," ujar Purni Susanto, Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Wilayah I NTB.

Proses daftar ulang bagi peserta yang lolos Zona II di Sulsel dilaksanakan secara luring di sekolah tujuan hingga 25 Juni 2026 pukul 16:00 WITA.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author