Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS Akibat Tekanan Global dan Domestik

Share

Nilai tukar rupiah di pasar luar negeri kembali melemah signifikan ke arah Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Tekanan hebat ini dipicu oleh lonjakan kekuatan mata uang Negeri Paman Sam tersebut.

Dikutip dari Bloomberg Technoz, rupiah dibuka pada posisi Rp18.003 per dolar AS di pasar Non-Deliverable Forward (NDF). Mata uang Garuda kemudian terus menyusut hingga menyentuh level Rp18.012 per dolar AS.

Pada saat yang sama, indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia merangkak naik ke posisi 101,63. Kondisi ini membuat pergerakan mata uang di kawasan Asia bervariasi.

Won Korea Selatan dan dolar Singapura turut terseret melemah bersama rupiah. Sebaliknya, ringgit Malaysia, baht Thailand, yen Jepang, yuan offshore, serta dolar Hong Kong justru berhasil menguat.

Dari dalam negeri, sentimen negatif datang setelah MSCI mengumumkan penundaan tinjauan status pasar Indonesia hingga November. Lembaga penyedia indeks ini memilih memantau efektivitas reformasi transparansi otoritas keuangan terlebih dahulu.

Penundaan status oleh MSCI berimbas pada persepsi risiko investasi di tanah air. Kondisi ini diperparah oleh tingginya imbal hasil obligasi AS dan kekhawatiran pasar terhadap prospek fiskal domestik.

"Kami tetap bearish terhadap rupiah karena arus keluar modal kemungkinan akan terus berlanjut akibat tingginya imbal hasil obligasi AS, kekhawatiran terhadap prospek fiskal Indonesia, serta risiko penurunan status oleh MSCI," tulis Abbas Keshvani, Director of Asia Macro Strategy di RBC Capital Markets, dalam sebuah riset, seperti dikutip Bloomberg News.

Akibat gejolak tersebut, Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor lima tahun melonjak ke angka 91,31. Angka ini naik tajam dari posisi terendah pada 17 Juni yang berada di level 86,95.

Kenaikan CDS mengonfirmasi bahwa persepsi risiko investor di pasar surat utang meningkat secara real time. Di sisi lain, Samuel Sekuritas melaporkan pelemahan likuiditas akibat volume transaksi SUN yang anjlok 43,29% menjadi Rp23,7 triliun.

Analisis Teknikal Pergerakan Rupiah

Secara teknikal, nilai tukar rupiah berisiko melanjutkan tren pelemahan. Mata uang domestik berpotensi menembus level support psikologis Rp18.000 per dolar AS hari ini.

Jika tren penembusan tersebut terus berlanjut, support berikutnya diperkirakan menuju Rp18.050 per dolar AS. Pada pergerakan jangka pendek, level paling pesimistis dalam time frame daily berada di posisi Rp18.200 per dolar AS.

Sementara itu, ruang penguatan rupiah tertahan pada level resistance terdekat di posisi Rp17.900 per dolar AS. Apabila posisi ini berhasil dilalui, target resistance potensial selanjutnya berada pada level Rp17.800 per dolar AS.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: dolar as Kurs MSCI Obligasi rupiah
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author