BEI Buka Suara Terkait Porsi Saham Publik RANS Entertainment

Share

Bursa Efek Indonesia (BEI) menanggapi sorotan warganet mengenai porsi saham publik atau free float PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) dalam proses penawaran umum perdana saham (IPO) yang dinilai di bawah ketentuan minimum. Pernyataan resmi ini disampaikan oleh otoritas bursa pada Rabu (24/6/2026) setelah isu tersebut viral di media sosial.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, sejumlah investor di media sosial mempertanyakan porsi saham publik RANS yang tercatat sebesar 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Angka tersebut dinilai berada di bawah ambang minimal 25% yang diatur dalam ketentuan terbaru BEI untuk emiten dengan kapitalisasi pasar di bawah Rp5 triliun.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna memberikan klarifikasi mengenai proses evaluasi permohonan pencatatan saham perseroan tersebut. Peraturan Bursa Nomor I-A Tahun 2026 sendiri baru berlaku pada tanggal 31 Maret 2026.

"Dokumen permohonan pencatatan saham perseroan telah diterima bursa sebelum berlakunya Peraturan Bursa Nomor I-A Tahun 2026, sehingga proses evaluasi dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku pada saat permohonan diterima," kata Nyoman dalam keterangannya pada Rabu (24/6/2026).

Pihak otoritas bursa juga menambahkan bahwa perhitungan porsi saham free float tidak hanya didasarkan pada saham baru yang dilepas saat IPO. Kepemilikan saham eksisting yang memenuhi kriteria free float ikut dimasukkan ke dalam perhitungan total oleh pihak bursa.

Melalui metode perhitungan tersebut, total porsi free float RANS setelah melantai di bursa diperkirakan dapat mencapai sekitar 28,85%. Angka akhir ini dinilai telah melampaui batas minimal yang ditetapkan oleh regulasi.

"Struktur kepemilikan saham perseroan setelah IPO telah memenuhi ketentuan free float yang berlaku," ujar Nyoman.

Berdasarkan data prospektus IPO RANS, manajemen emiten telah membagikan saham bonus kepada para investor lama pada akhir tahun 2025. Langkah ini berjalan beriringan dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp40,33 miliar menjadi Rp100,84 miliar.

Proses penebalan modal tersebut bersumber dari kapitalisasi akun tambahan modal disetor atau agio saham perseroan per 31 Desember 2025 senilai Rp60,5 miliar. Alokasi saham bonus diberikan secara proporsional kepada pemegang saham lama seperti Raffi Farid Ahmad sebesar 952,02 juta lembar saham dan PT Indonesia Entertainment Grup sebanyak 109,38 juta lembar saham.

Sejumlah nama lain juga tercatat menerima saham bonus tersebut, termasuk Soutal Ariq Rachman, Dony Oskaria, Sutanto Hartono, Nagita Slavina Mariana Tengker, Kaesang Pangarep, Hikmat Janika, serta PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: BEI IPO RANS Entertainment saham
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author