Museum Louvre Hadapi Krisis Dana untuk Renovasi Infrastruktur

Share

Museum Louvre di Paris tengah menghadapi tantangan besar untuk membiayai renovasi fasilitas dan infrastruktur yang semakin menua. Kondisi ini memerlukan investasi besar demi menjaga kualitas layanan serta operasional yang terganggu oleh sejumlah persoalan beberapa tahun terakhir, seperti dikutip dari Detik Travel. Direktur baru Louvre, Christophe Leribault, mengungkapkan di hadapan komite Senat Prancis bahwa kondisi sejumlah fasilitas di museum terbesar dan paling banyak dikunjungi di dunia itu sudah mendekati akhir masa pakainya.

"Terlepas dari kemegahannya dan dedikasi staf yang bekerja setiap hari, Louvre mulai kehabisan tenaga. Peralatan dan infrastrukturnya sudah mencapai akhir siklus hidupnya," kata Leribault dikutip dari France24, Kamis (25/6/2026).

Pernyataan tersebut mengemuka setelah museum itu diterpa rangkaian masalah, mulai dari kebocoran air, gangguan perawatan bangunan, aksi mogok kerja yang menurunkan pendapatan, hingga penipuan tiket yang merugikan sekitar 10 juta euro (Rp 204 miliar). Sistem keamanan Louvre juga disorot menyusul insiden pencurian perhiasan kekaisaran senilai hampir USD 100 juta (Rp 1,7 triliun) pada siang hari pada Oktober tahun lalu, yang memicu pergantian kepemimpinan.

Christophe Leribault, sejarawan seni spesialis abad ke-18, resmi memimpin Museum Louvre pada Februari 2026 untuk menggantikan direktur sebelumnya. Kompleks istana bersejarah di pusat Paris ini merupakan rumah bagi lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci dan menerima sekitar sembilan juta pengunjung setiap tahun.

Menurut Leribault, kebutuhan perbaikan kini kian mendesak karena persoalan bangunan terus bertambah. "Keadaan darurat yang berkaitan dengan bangunan terus bertambah dan kami menghadapi jalan buntu dalam hal investasi," ujarnya. Guna mengatasi situasi ini, Presiden Prancis Emmanuel Macron tahun lalu mengumumkan proyek renovasi besar yang mencakup pintu masuk baru serta area khusus untuk Mona Lisa.

Pemerintah Prancis memperkirakan biaya proyek mencapai 700 juta hingga 800 juta euro (Rp 14-16 triliun), sementara Mahkamah Audit Prancis menaksir kebutuhan dana hingga 1,15 billion euro (Rp 23 triliun).

Dalam rencana tersebut, lukisan Mona Lisa yang menarik sekitar 20 ribu pengunjung per hari akan ditempatkan di ruang tersendiri dengan akses dan tiket masuk khusus. Meski proyek telah diumumkan, Museum Louvre masih harus mencari sumber pendanaan yang memadai untuk merealisasikan pembaruan fasilitas sekaligus mengatasi kendala operasional yang membayangi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author