IHSG Merosot 3,56 Persen Imbas Keputusan Penundaan MSCI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam sebesar 3,56 persen atau 217,45 poin ke level 5.883,88 pada perdagangan Rabu (24/6) akibat tekanan aksi jual setelah MSCI menunda keputusan final terkait klasifikasi pasar saham Indonesia.
Pelemahan signifikan ini menempatkan IHSG kembali sebagai indeks saham dengan kinerja terburuk di kawasan pasar berkembang (emerging market) Asia Pasifik, berdasarkan laporan idnfinancials.com dan Kontan.
Penurunan indeks terjadi setelah MSCI memilih mempertahankan Indonesia dalam kelompok Emerging Market dalam Tinjauan Klasifikasi Pasar 2026, namun tetap membuka peluang reklasifikasi ke Frontier Market jika reformasi pasar modal domestik tidak konsisten.
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatatkan total transaksi mencapai Rp15,16 triliun dengan volume 26,94 miliar lembar saham, di mana sektor barang baku memimpin pelemahan seluruh indeks sektoral sebesar 6,64 persen.
Head of Research Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menilai bahwa tekanan hebat terhadap IHSG dipicu oleh respons pasar atas pengumuman MSCI yang tetap membuka peluang penurunan status pasar saham Indonesia.
"Itu tadinya mungkin investor sudah optimis, habis ini sudah bebas. Tapi ternyata ada hal itu," jelas Ratna.
Meskipun demikian, Ratna menambahkan adanya sisi positif berupa apresiasi MSCI terhadap konsistensi reformasi pasar modal nasional sejak awal tahun, di samping faktor ketidakpastian global dan pergerakan suku bunga Federal Reserve yang memengaruhi rupiah.
"Bagi domestik sendiri kalau suku bunga The Fed naik, USD meningkat, rupiah kembali terdepresiasi," imbuh Ratna.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg ikut terdepresiasi 0,52 persen ke posisi Rp17.952 per dolar AS, sementara bursa domestik pada awal perdagangan sempat dibuka menguat 0,44 persen ke level 6.128,27 seperti yang dilaporkan Media Indonesia.
Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, memberikan pandangan berbeda bahwa keputusan tersebut merupakan bentuk pengakuan positif terhadap kebijakan regulator.
"Ini merupakan hasil yang konstruktif. MSCI mempertahankan Indonesia di kategori emerging market dan secara eksplisit mengakui berbagai langkah reformasi yang telah…." ujar Fakhrul.
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, dalam laporan Kontan menegaskan bahwa pergerakan indeks secara keseluruhan pada hari tersebut memang masih dibayangi oleh sentimen hasil MSCI Annual Market Classification Review.