Universitas Nankai China Anugerahkan Gelar Profesor Kehormatan kepada Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima gelar Profesor Kehormatan (Honorary Professor) di bidang Ekonomi dari Universitas Nankai, China, usai memberikan kuliah umum mengenai ekonomi dan fiskal Indonesia dalam kunjungan kerja pekan lalu, seperti dilansir dari Detik Finance pada Rabu (24/6/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Rektor Universitas Nankai, Prof. Chen Yulu, sebagai bentuk pengakuan atas kepemimpinan Purbaya dalam pengelolaan keuangan publik serta penguatan stabilitas sektor keuangan di kawasan Asia Tenggara.
"Keputusan ini merupakan pengakuan atas kepemimpinan Anda yang luar biasa, kontribusi yang menonjol dalam bidang keuangan publik internasional, serta komitmen yang teguh terhadap pembangunan ekonomi dan stabilitas sektor keuangan di kawasan Asia Tenggara," kata Chen Yulu dalam pernyataan resminya, dikutip Rabu (24/6/2026).
Purbaya menilai penghargaan tersebut merefleksikan hubungan kerja sama yang semakin erat antara Indonesia dan Tiongkok di bidang ekonomi, keuangan, dan pendidikan.
"Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh rakyat Indonesia dan insan pengelola keuangan negara yang terus bekerja menjaga stabilitas ekonomi nasional. Saya meyakini bahwa kolaborasi antara dunia akademik dan para pembuat kebijakan menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks," ujar Purbaya.
Penganugerahan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan akademik kedua negara sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa depan.
"Dalam pengembangan riset, pendidikan dan kebijakan ekonomi yang mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif," imbuh Purbaya.
Selain menerima penghargaan, Purbaya dalam kunjungan kerjanya berhasil mengamankan komitmen pendanaan senilai US$ 17 miliar atau setara Rp 301,41 triliun dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) untuk proyek pembangunan nasional periode 2025-2029.
"Yang paling penting adalah kita berhasil mengamankan pendanaan sekitar US$ 17 miliar untuk proyek-proyek pembangunan di Indonesia antara 2025-2029. Itu merupakan kontribusi yang sangat besar bagi pembiayaan proyek-proyek pembangunan di Indonesia," ujar Purbaya dalam keterangan tertulis, Kamis (18/6/2026).
Langkah strategis lainnya adalah perolehan dukungan dari Bank Sentral China (People's Bank of China/PBOC) terkait rencana penerbitan perdana Panda Bond Indonesia guna diversifikasi sumber pembiayaan.
"Hasilnya cukup baik. Kita bertemu Menteri Keuangan Tiongkok, People's Bank of China dan juga para investor di sini. Dukungan yang diberikan kepada Indonesia sangat kuat," ujar Purbaya dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6/2026).
Kementerian Keuangan China dan PBOC berkomitmen mempercepat proses perizinan instrumen surat utang tersebut setelah dokumen resmi diajukan.
"Kami meminta dukungan untuk penerbitan Panda Bond dan mereka amat mendukung. Bahkan ketika bertemu PBOC, kami meminta percepatan perizinan. Mereka menyampaikan bahwa begitu dokumen pengajuan resmi masuk, prosesnya akan segera dipercepat," ujar Purbaya.