Harga Minyak Mentah Dunia Turun di Bawah US$ 70 per Barel

Share

Kelancaran kembali arus pelayaran kapal tanker di kawasan Selat Hormuz memicu penurunan harga minyak dunia. Di pasar Amerika Serikat, nilai minyak mentah bahkan telah merosot hingga di bawah angka US$ 70 per barel pada sesi perdagangan Rabu, dilansir dari Detik Finance.

Koreksi harga ini tetap berlangsung sekalipun volume cadangan minyak di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma, mengalami penyusutan ke titik terendah dalam kurun waktu 12 tahun terakhir. Padahal, wilayah tersebut menjadi barometer utama pasokan di Amerika Serikat yang biasanya memicu lonjakan harga domestik saat stok menipis.

Berdasarkan data Badan Informasi Energi Amerika Serikat yang dikutip dari Reuters, Kamis (25/6/2026), persediaan minyak di Cushing merosot hingga tersisa sekitar 19 juta barel pada pekan lalu, yang menjadi volume paling minim sejak 2014.

Untuk komoditas West Texas Intermediate yang menjadi acuan pasar domestik Amerika Serikat, harganya sempat menyentuh level terendah pada posisi US$ 69,63 per barel sebelum akhirnya bergerak stabil di angka US$ 70,34 per barel.

Sebelumnya, pergerakan harga minyak mentah Amerika Serikat sempat melonjak hingga menyentuh US$ 119,48 per barel sejak meletusnya konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026. Langkah pemerintah Amerika Serikat yang mengucurkan minyak dari cadangan strategis menjadi faktor peredam lompatan harga yang lebih tinggi.

"Penurunan harga lebih merupakan kelanjutan dari sentimen penjual. Uang yang berupaya terus mendorong harga berjangka lebih rendah dengan harapan menemukan keseimbangan harga yang rendah dan memanfaatkan pemulihan," kata Carl Larry, manajer penjualan di perusahaan analisis pasar energi Enverus.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author