China Desak Percepatan Transisi Energi di Forum Ekonomi Dunia

Share

Utusan iklim China mendesak berbagai negara meningkatkan kecepatan transisi energi akibat kelangkaan pasokan minyak dan gas pascaperang Amerika Serikat melawan Iran, dalam Forum Ekonomi Dunia di Dalian pada Rabu (24/6/2026). Dilansir dari Bloombergtechnoz, kebijakan beralih kembali ke batu bara oleh beberapa negara akibat krisis tersebut dinilai hanya menjadi sebuah solusi sementara. "Dalam jangka panjang, mereka harus mempercepat transisi mereka untuk memastikan bahwa mereka memiliki ketersediaan pasokan energi jangka panjang," kata Liu Zhenmin, Utusan Khusus China untuk Perubahan Iklim.

Liu menjelaskan bahwa negara-negara lain dapat mencontoh China yang sukses memimpin dunia dalam kepemilikan pembangkit listrik tenaga angin, surya, armada kendaraan listrik, serta sistem penyimpanan baterai. Meski berstatus sebagai penambang batu bara terbesar dan pemilik cadangan minyak masif, China mampu melindungi konsumennya dari kelangkaan selama penutupan Selat Hormuz yang berlangsung berbulan-bulan.

"Kasus China telah menjadi contoh yang sangat baik, karena kami telah mendiversifikasi sektor energi kami," kata Liu Zhenmin, Utusan Khusus China untuk Perubahan Iklim. Kondisi tangguh tersebut bertolak belakang dengan situasi di India, ketika kekurangan energi dan bahan bakar memasak memicu keresahan publik serta kerugian besar bagi perusahaan pengolah minyak lokal.

"China lebih tangguh daripada semua negara Asia lainnya, bahkan jauh lebih baik daripada India," kata Liu Zhenmin, Utusan Khusus China untuk Perubahan Iklim.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author