Pemerintah Fokuskan Peringatan Harkitnas 2026 pada Ekonomi Kerakyatan dan ASN Digital

Share

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 pada Rabu, 20 Mei 2026 menjadi momentum transformasi nasional menuju sistem ekonomi kerakyatan dan penguatan inovasi digital aparatur negara. Berbagai persiapan teknis serta refleksi ideologis mulai dimatangkan oleh jajaran partai politik hingga pemerintah daerah pada Selasa (19/5/2026).

Dilansir dari news.detik.com, Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) Agus Jabo Priyono menilai peringatan tahun ini menandai pergeseran arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Sistem ekonomi Indonesia kini diarahkan bertransformasi dari model liberalistik kapitalistik menuju kerakyatan sesuai Pasal 33 UUD 1945 melalui sejumlah program strategis nasional.

"Kebangkitan nasional hari ini bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi momentum kebangkitan Indonesia yang berpihak kepada rakyat. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia bergerak dari liberalisme menuju kerakyatanisme," kata Agus Jabo Priyono.

Langkah penataan tersebut diwujudkan lewat penguatan investasi Danantara, pengelolaan Devisa Hasil Ekspor (DHE), percepatan hilirisasi, serta kemandirian pangan dan energi. Selain itu, pemerintah menghadirkan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan, Sekolah Rakyat, dan industrialisasi desa.

"Seluruh kebijakan ini bertujuan membangun Indonesia yang tidak lagi bergantung pada kekuatan asing, tetapi mampu berdiri di atas kaki sendiri. Indonesia yang kuat ekonominya, maju industrinya, sejahtera petaninya, berdaulat pangannya, dan bermartabat rakyatnya," lanjut Agus Jabo Priyono.

Meski demikian, agenda perubahan ini diprediksi mendapat tantangan dari kelompok kaum liberal dan penganut sistem lama. Seluruh elemen masyarakat diharapkan bersatu menjaga keberlangsungan program kerakyatan tersebut.

"Karena itu seluruh elemen bangsa harus bersatu. Kita harus bersama-sama melawan kaum liberal dan kaum serakahnomic yang ingin menggagalkan agenda kebangkitan nasional dan program-program kerakyatan Presiden Prabowo," tegas Agus Jabo Priyono.

Masyarakat juga diajak untuk memperkuat persatuan dan membangun optimisme demi mewujudkan kesejahteraan yang merata di seluruh lapisan.

"Kita ingin Indonesia maju tanpa meninggalkan rakyat kecil. Indonesia yang kuat, berdaulat, dan sejahtera untuk semua," pungkas Agus Jabo Priyono.

Sementara itu di tingkat daerah, sebagaimana dilaporkan sulbar.tribunnews.com, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostatisper) Kabupaten Mamuju Tengah menggelar rapat koordinasi internal di Jalan Poros Tobadak. Pertemuan ini membedah susunan acara, strategi diseminasi informasi publik, hingga kesiapan infrastruktur lapangan di Bumi Lalla Tassisara.

"Rakor ini fokus membedah berbagai persiapan teknis secara mendalam," kata Hajay, Kepala Dinas Kominfo Mamuju Tengah.

Hajay mengingatkan bahwa esensi Harkitnas harus diimplementasikan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) lewat peningkatan kualitas pelayanan publik serta kemampuan beradaptasi di era digital.

"Ini adalah momentum bersama untuk membawa Mamuju Tengah menjadi lebih maju dan sejahtera,” ujarnya.

Melansir kompas.tv, Kementerian Komunikasi dan Digital menyosialisasikan logo resmi Harkitnas ke-118 yang memuat angka "118" dengan makna filosofis mendalam. Logo tersebut melambangkan kekuatan, kedaulatan NKRI, harapan regenerasi, serta penguasaan teknologi, yang berkasnya dapat diunduh masyarakat melalui situs resmi pemerintah.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author