Drone Ukraina Serang Pabrik Gas Gazprom di Orenburg Rusia
Fasilitas pengolahan gas dan produksi helium milik Gazprom PJSC di wilayah Orenburg, Rusia menjadi sasaran serangan pesawat tanpa awak atau drone militer Ukraina pada Rabu, 24 Juni 2026. Insiden tersebut memicu kebakaran hebat di dalam kompleks industri yang berjarak sekitar 170 kilometer dari wilayah perbatasan Kazakhstan, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz. Staf Umum Ukraina mengonfirmasi operasi ofensif tersebut melalui sebuah pernyataan resmi yang diunggah di platform Telegram, sementara pihak Gazprom belum memberikan tanggapan terkait peristiwa ini.
Serangan ini memicu kekhawatiran terkait potensi gangguan berantai pada sektor produksi minyak dan gas di negara tetangga, mengingat fasilitas tersebut menampung pasokan gas dari ladang Karachaganak di Kazakhstan.
Kendati demikian, pihak berwenang dari Kazakhstan mengonfirmasi bahwa seluruh infrastruktur energi dan distribusi gas di negara mereka saat ini masih berada dalam kondisi aman. Kementerian Energi Kazakhstan menegaskan bahwa situasi operasional penyaluran bahan bakar gas domestik tidak terganggu oleh insiden kebakaran di wilayah Rusia tersebut.
"Insiden tersebut tidak memengaruhi stabilitas pasokan gas komersial ke konsumen domestik," kata Asel Serikpayeva, juru bicara kementerian Kazakhstan.
Meskipun pasokan domestik diklaim aman, pemerintah Kazakhstan telah melakukan langkah antisipasi teknis untuk merespons situasi darurat di pabrik pengolahan gas milik negara tetangga mereka. Pihak kementerian menjelaskan bahwa sistem distribusi gas komersial telah disesuaikan agar kebutuhan masyarakat setempat tetap terpenuhi secara normal. Lebih lanjut, perwakilan kementerian mengindikasikan adanya perubahan rute distribusi pasokan energi dari Federasi Rusia menyusul kerusakan fasilitas pengolahan di Orenburg tersebut.
Aliran gas dari Rusia ke Kazakhstan telah dialihkan, katanya, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Kerusakan pada kompleks industri gas ini menjadi perhatian serius karena pabrik helium Orenburg menyumbang hampir 14 persen dari total volume produksi nasional Rusia pada tahun lalu berdasarkan data Kornbluth Helium Consulting LLC.
Kompleks Orenburg memiliki kapasitas desain operasional mencapai 45 miliar meter kubik per tahun dan sebelumnya pernah menghentikan produksi sementara setelah sempat mengalami kerusakan akibat serangan serupa pada Oktober lalu.