IHSG Longsor 3 Persen Seret Kekayaan Konglomerat Indonesia

Share

Guncangan hebat yang melanda pasar saham dalam negeri turut menekan nilai kekayaan sejumlah taipan di Indonesia.

Seperti dilansir dari Bloombergtechnoz, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) longsor lebih dari 3% pada perdagangan Kamis (21/5/2026).

Kondisi ini memperparah performa IHSG sepanjang tahun berjalan yang mengalami turbulensi hebat hingga amblas nyaris 30%.

Berdasarkan data peringkat orang terkaya versi Bloomberg Billionaires Index, penurunan tajam ini memicu penyusutan kekayaan harian yang signifikan bagi para konglomerat.

Penurunan nilai saham secara serentak menggerus aset para miliarder dalam waktu singkat seiring memburuknya kinerja pasar modal.

Daftar Perubahan Kekayaan Konglomerat Indonesia versi Bloomberg Billionaires Index
No Nama Kekayaan 1 Hari YTD
1 Sukanto Tanoto Rp425,19 T Rp2,44 T Rp40,57 T
2 Prajogo Pangestu Rp306,98 T (Rp26,46 T) (Rp506,35 T)
3 Low Tuck Kwong Rp275,22 T (Rp4,4 T) (Rp111,15 T)
4 Budi Hartono Rp238,17 T Rp993,29 M (Rp100,56 T)
5 Anthoni Salim Rp208,18 T (Rp5,25 T) (Rp74,1 T)
6 Dato Sri Tahir Rp188,77 T Rp2,83 T (Rp51,16 T)
7 Otto Toto Sugiri Rp141,14 T (Rp4,91 T) (Rp14,94 T)
8 Sri Prakash Lohia Rp137,61 T Rp255,82 M Rp28,22 T

Dampak Volatilitas Saham Terhadap Aset Konglomerat

Prajogo Pangestu yang bergerak di sektor petrokimia, energi terbarukan, dan pertambangan mencatat penurunan kekayaan harian paling dalam.

Aset Prajogo Pangestu kini tersisa Rp306,98 triliun setelah tergerus Rp26,46 triliun dalam sehari dan menyusut Rp506,35 triliun secara year-to-date (ytd).

Kondisi ini mencerminkan tingginya sensitivitas saham-saham grup Barito terhadap perubahan sentimen yang terjadi di pasar keuangan.

Tekanan serupa dirasakan oleh Low Tuck Kwong yang total pundi-pundi keuangannya kini terhitung sebesar Rp275,22 triliun.

Nilai kekayaan Low Tuck Kwong turun Rp4,4 triliun dalam satu hari, memperlebar penurunan hingga Rp111,15 triliun sepanjang tahun 2026.

Fluktuasi harga saham di pasar modal secara penuh memberikan pengaruh langsung terhadap kepemilikan aset para taipan tersebut.

Sektor perbankan juga tidak luput dari dampak negatif imbas turbulensi hebat yang terjadi di pasar saham nasional.

Budi Hartono terpeleset amat dalam pada tahun 2026 dengan total kekayaan tercatat pada posisi Rp238,17 triliun atau menyusut Rp100,56 triliun secara ytd.

Selanjutnya, Anthoni Salim mencatat penurunan sebesar Rp74,1 triliun secara year-to-date sehingga jumlah kekayaannya menjadi Rp208,18 triliun.

Sementara itu, Otto Toto Sugiri kehilangan Rp14,94 triliun ytd yang membuat sisa total kekayaannya kini berada di angka Rp141,14 triliun.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author