Menteri Keuangan AS Optimistis Terhadap Gubernur Baru Federal Reserve

Share

Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menyatakan optimisme terhadap Gubernur Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh, untuk mengoptimalkan kebijakan ekonomi demi meredakan inflasi seiring meredanya konflik di Iran pada Selasa (23/6). Sikap optimis tersebut disampaikan langsung oleh Bessent setelah memberikan pidato dalam acara Economic Club of New York, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz. "Saya yakin Gubernur The Fed akan mengoptimalkan jalur yang tepat, baik untuk inflasi maupun pertumbuhan ekonomi," kata Scott Bessent, Menteri Keuangan AS.

Bessent juga menjelaskan bahwa Presiden Donald Trump telah menegaskan independensi Warsh dalam upacara pelantikannya, meskipun terdapat tekanan konstan dari kepemimpinan politik untuk menurunkan suku bunga acuan.

Langkah independen tersebut terbukti saat Warsh memimpin rapat kebijakan pertamanya minggu lalu, di mana komite memilih untuk mempertahankan suku bunga karena adanya kembalinya tekanan inflasi pada tahun 2026. "Pasar obligasi telah menjatuhkan lebih banyak pemerintahan ketimbang meriam howitzer," ujar Scott Bessent, Menteri Keuangan AS.

Pernyataan tersebut merujuk pada dampak politik akibat lonjakan biaya pinjaman jangka panjang, yang membuat Bessent yakin Trump menaruh kepercayaan penuh pada Gubernur Fed yang baru. "So, saya yakin beliau memiliki kepercayaan penuh pada Gubernur The Fed untuk melakukan hal yang benar," kata Scott Bessent, Menteri Keuangan AS.

Terkait prospek inflasi, indeks harga konsumen diperkirakan melambat setelah perundingan AS dan Iran dimulai untuk menyudahi perang yang sempat memicu kenaikan harga energi global. "Sekarang saya percaya kita sudah berada di sisi lain dari konflik ini, harga bahan bakar akan turun kembali, dan inflasi akan kembali ke target," ujarnya Scott Bessent, Menteri Keuangan AS. Data yang akan dirilis pada hari Kamis diproyeksikan menunjukkan indikator inflasi pilihan Fed meningkat 4,1% pada Mei dibandingkan tahun lalu, yang masih berada di atas target 2%.

Sementara itu, inflasi inti yang mengecualikan sektor pangan dan energi diperkirakan naik 3,4% berdasarkan survei ekonom Bloomberg, bersamaan dengan langkah Senat AS yang sepakat mengakhiri keterlibatan perang dengan Iran.

"Manfaat umum bagi pasar global," kata Scott Bessent, Menteri Keuangan AS mengenai penerbitan izin sementara 60 hari bagi Iran untuk menjual minyak. Kebijakan luar negeri Washington kini diarahkan untuk mengurangi kerentanan terhadap tekanan negara luar dan menuntut timbal balik dari mitra dagang, tanpa mempertentangkan penguatan dolar dengan daya saing manufaktur. "Ketika orang berbicara tentang dolar yang kuat, saya rasa yang dimaksud bukanlah Bloomberg Dollar Index," katanya Scott Bessent, Menteri Keuangan AS.

Ia menambahkan bahwa pergerakan nilai mata uang AS yang telah melemah sejak awal tahun lalu tersebut dinilai hanya sebagai sebuah angka objektif di pasar.

"Saya tidak bangun tidur lalu berpikir, hebat, ini membantu perekonomian. Saya hanya melihatnya sebagai sebuah harga yang muncul di layar," ujar Scott Bessent, Menteri Keuangan AS.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author