AS Kucurkan Dana 17,5 Miliar Dolar Hidupkan Pembangkit Nuklir

Share

Pemerintahan Presiden Donald Trump berupaya menghidupkan kembali industri nuklir di Amerika Serikat dengan menawarkan pembiayaan sebesar 17,5 miliar dolar AS bagi perusahaan utilitas pada Selasa, 23 Juni 2026, waktu setempat.

Langkah strategis ini dilakukan untuk memesan peralatan reaktor rancangan Westinghouse Electric Co, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz. Pendanaan dari Departemen Energi AS tersebut disalurkan melalui maksimal lima pinjaman untuk pembangunan masing-masing dua reaktor.

Westinghouse dilaporkan telah menandatangani surat pernyataan minat dengan tujuh mitra potensial yang sudah memiliki lokasi proyek khusus. Pemerintah menargetkan kepemilikan 10 reaktor konvensional besar yang mulai dibangun pada 2030 demi melipatgandakan kapasitas tenaga nuklir menjadi 400 gigawatt.

Menteri Energi Chris Wright menjelaskan bahwa pemerintah berkomitmen mendorong akselerasi infrastruktur energi ini secara masif di wilayah domestik.

"Kami ingin menggerakkan kembali proyek-proyek ini," kata Menteri Energi Chris Wright kepada wartawan pada Selasa. "Kita perlu membangun lebih banyak reaktor besar lagi di Amerika Serikat."

Reaktor komersial canggih skala besar yang berlisensi saat ini dipegang oleh Westinghouse, yang dimiliki Brookfield Asset Management dan Cameco Corp. Dana pinjaman nantinya dialokasikan untuk membeli komponen krusial dengan waktu pengiriman lama seperti trafo, turbin uap, dan bejana reaktor.

Pihak korporasi menyambut baik kebijakan insentif finansial tersebut demi mempercepat penyebaran teknologi reaktor komersial.

"Kami yakin insentif yang tepat sedang diciptakan untuk mempercepat penyebaran reaktor AP1000 di AS," kata Tim Gitzel, CEO Cameco, dalam pernyataannya.

Proyek nuklir Vogtle milik Southern Co sebagai reaktor skala komersial terakhir yang dibangun di AS tercatat sempat mengalami pembengkakan anggaran lebih dari 16 miliar dolar AS dan terlambat tujuh tahun dari jadwal asli.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author