Lionel Messi Ungkap Rahasia Jaga Kebugaran Fisik di Usia 39 Tahun

Share

Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi, kini telah menginjak usia 39 tahun. Di usia mayoritas pesepak bola profesional mulai gantung sepatu, ia terbukti masih prima dan kompetitif di lapangan hijau. Dilansir dari Detik Health, penyerang legendaris ini rupanya memiliki kebiasaan menjaga kebugaran yang sangat ketat.

Tim nutrisinya merancang diet khusus yang berfokus pada eliminasi total gula olahan serta karbohidrat sederhana. Asupan harian sang kapten dibatasi secara ketat hanya pada lima kategori makanan organik. Pilar pertama adalah hidrasi premium dengan mengonsumsi air murni dalam jumlah masif guna mengoptimalkan fungsi organ dalam.

Pilar kedua adalah penggunaan minyak zaitun extra virgin sebagai minyak memasak utama karena kaya akan asam oleat. Selanjutnya, Messi mengonsumsi biji-bian utuh sebagai sumber karbohidrat kompleks dengan indeks glikemik rendah.

Dua pilar terakhir yang wajib ada di piringnya adalah buah-buahan segar sebagai penyuplai antioksidan serta sayuran segar. Sayuran tersebut berfungsi menyediakan serat makanan, mineral makro, dan asam lemak Omega-3 esensial. Umur panjang karier peraih trofi Piala Dunia ini juga didorong oleh kedisplinannya menghindari makanan tidak sehat. Kisah ini bermula pada tahun 2014 silam ketika ia mendapatkan peringatan keras dari mantan manajernya, Pep Guardiola.

Pep Guardiola memperingatkan bahwa jika Messi ingin memperpanjang masa edarnya di level tertinggi, ia wajib memberlakukan larangan permanen terhadap minuman bersoda dan pizza. Messi menunjukkan tingkat disiplin diri yang luar biasa atas instruksi tersebut. Hingga tahun 2026 ini, sang pemain tercatat sudah sepenuhnya menjauhi kedua makanan cepat saji tersebut selama dua belas tahun berturut-turut. Sebagai pengganti pizza, makanan pokok favoritnya adalah ayam panggang yang disajikan bersama sayuran akar.

Menu Latihan Berbasis Teknologi

Selain diet ketat, kapten Argentina tersebut melengkapi hari-harinya dengan program kebugaran terstruktur berbasis teknologi di pusat pelatihan fungsional. Ia rutin menggunakan alat khusus untuk mengaktifkan otot penstabil jaringan dalam yang kerap luput dari latihan standar.

Latihan inti tradisional seperti sit-up tetap menjadi menu wajib harian yang tidak pernah ditinggalkan. Secara anatomi, penguatan intensif pada otot punggung, perut, dan bokong memberikan stabilitas inti tubuh yang luar biasa.

Kombinasi inilah yang menciptakan pusat gravitasi rendah serta akselerasi eksplosif bagi tubuhnya. Efeknya, ia tetap mampu menggocek dan mengungguli bek-bek lawan yang usianya bahkan setengah dari usia Messi saat ini.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author