Perusahaan Ini Batasi Waktu Makan Siang Karyawan dan Ancam Tambah Jam Kerja
Aturan mengenai pembatasan waktu makan siang di sebuah kantor memicu kritik tajam dari publik. Perusahaan tersebut menerapkan sanksi berupa perpanjangan jam kerja bagi karyawan yang terlambat. Umumnya, para pekerja mendapatkan waktu istirahat selama satu jam untuk menyantap makan siang.
Namun, regulasi ketat yang beredar di media sosial memperlihatkan situasi yang berbeda. Sebuah foto pengumuman internal kantor mendadak viral dan memicu perdebatan mengenai lingkungan kerja yang dinilai kurang sehat. Dokumen tersebut mewajibkan staf menyelesaikan istirahat makan siang dalam kurun waktu 30 menit saja.
Sanksi tegas diberlakukan jika karyawan melewati batas waktu itu, seperti dilansir dari Detik Food yang mengutip laporan India Today pada 24 Juni 2026. Setiap keterlambatan satu menit akan diganti dengan satu jam kerja tambahan tanpa upah.
Hukuman penambahan jam kerja tersebut mulai berlaku setelah pukul 6 sore. Lembar pengumuman itu juga secara eksplisit meminta para pegawai untuk makan lebih cepat demi menghindari konsekuensi sanksi. Hingga kini, keabsahan lembar peraturan tersebut belum dapat dikonfirmasi secara pasti. Hal ini terjadi karena tidak adanya pencantuman nama perusahaan maupun identitas resmi dari pihak manajemen yang menerbitkannya.
Walaupun keaslian berkas belum terverifikasi, unggahan foto itu langsung memancing gelombang respons negatif dari warganet. Mayoritas menilai kebijakan tersebut sangat ekstrem dan tidak sepadan dengan jenis pelanggaran. Pemberian hukuman kerja satu jam untuk keterlambatan satu menit dianggap sebagai tindakan yang tidak proporsional. Sejumlah netizen berpendapat bahwa pekerja sering kali dipaksa mengorbankan waktu personal tanpa adanya fleksibilitas hakiki.
Di lain sisi, beberapa orang menilai ketegasan tetap diperlukan agar operasional institusi tidak terganggu. Kendati demikian, aturan yang terlalu ketat diprediksi bisa merugikan internal perusahaan itu sendiri. "Kalau manajemen sebuah perusahaan membuat kebijakan seperti ini, jangan heran jika karyawan terbaik justru memilih menulis surat pengunduran diri," komen salah satu netizen.