DPR Pertanyakan Kajian Pemberian Makanan Bergizi Pasien TBC
Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi mempertanyakan dasar kajian serta manfaat pemberian dukungan gizi bagi pasien tuberkulosis (TBC) kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja di Komisi IX pada Selasa (23/6/2026), sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz.
Langkah penanganan penyakit tersebut dinilai memerlukan kesiapan matang. Nurhadi menyatakan bahwa program dukungan gizi tersebut harus dilandasi oleh kajian yang komprehensif demi mendongkrak tingkat keberhasilan pengobatan dan menekan jumlah pasien yang putus obat.
"Eh saya ingin penjelasan apakah Kementerian Kesehatan memiliki semacam kajian yang sudah detail Pak, mengenai manfaat pemberian dukungan gizi bagi pasien TBC? Apakah ini juga memang menjadi skala prioritas untuk meningkatkan dukungan keberhasilan pengobatan sekaligus juga bisa menurunkan angka putus obat?" kata Nurhadi, Anggota Komisi IX DPR RI.
Pertanyaan tersebut mengemuka setelah Kementerian Kesehatan mengusulkan perluasan jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Penerima manfaat usulan ini menyasar kelompok rentan seperti pasien TBC, di luar kategori anak sekolah.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengenai penyediaan nutrisi bagi kelompok yang membutuhkan tersebut.
"Bu, kalau saya butuhnya dari sisi kesehatan, Ibu tolong bantu dong gizinya, makanan bergizi itu buat ibu hamil, ibu menyusui, kemudian balita, dan juga TBC," ujar Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan.
Intervensi nutrisi diklaim menjadi elemen krusial dalam mendongkrak kesembuhan pengidap TBC. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Indonesia mencatatkan sekitar satu juta kasus TBC per tahun dengan angka kematian mencapai 160 ribu jiwa.
"Dan saya titip juga, tuberkulosis. Jadi orang-orang yang sakit tuberkulosis, satu juta lho di Indonesia setiap tahun. Meninggal 160 ribu. Ini kalau kita obati dan gizinya disuplai, ditambah, itu kemungkinan sembuhnya lebih besar," kata Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan.
Melalui usulan ekspansi program MBG ini, pasien TBC diplot masuk dalam daftar penerima manfaat mendampingi kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Pemerintah memproyeksikan intervensi gizi yang tepat mampu menekan angka kasus serta kematian akibat TBC di Indonesia secara komprehensif.