Bali United Targetkan Kemenangan Melawan Dewa United di Laga Pamungkas

Share

Bali United bersiap menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan menantang Dewa United. Pertandingan pamungkas yang dijadwalkan berlangsung di Banten International Stadium pada Jumat malam (22/5/2026) ini menjadi momen spesial bagi Serdadu Tridatu jika mampu membawa pulang poin penuh.

Hasil sebaliknya akan terasa hambar bagi Bali United apabila mereka menelan kekalahan di laga penutup tersebut. Duel ini diprediksi berjalan menarik lantaran Dewa United dan Bali United dikenal mengusung strategi permainan yang agresif dan menyerang.

Seperti diberitakan oleh Bola, Bali United memiliki modal kepercayaan diri yang lebih baik setelah memetik kemenangan telak 4-1 atas Bhayangkara Presisi Lampung FC pada laga sebelumnya. Sementara itu, Dewa United baru saja menelan kekalahan tipis 0-1 dari Persis Solo yang tengah berjuang lepas dari zona degradasi.

Nakhoda Bali United, Johnny Jansen, berencana langsung meliburkan seluruh anggota tim setelah pertempuran melawan Dewa United usai. Juru taktik asal Belanda tersebut juga memilih untuk segera mudik ke kampung halamannya demi berkumpul bersama keluarga.

Johnny Jansen tidak banyak memberikan komentar teknis mengenai peta kekuatan Ricky Kambuaya dan kolega. Meski demikian, mantan pelatih PEC Zwolle ini mengaku sangat menikmati dinamika sepak bola di tanah air yang dinilainya penuh dengan gairah sekaligus emosi.

Di sisi lain, Johnny Jansen memberikan catatan kritis mengenai beberapa fenomena unik yang dia temukan di kompetisi domestik, terutama saat membandingkannya dengan atmosfer sepak bola di benua Eropa.

“Sepak bola di sini punya gairah yang luar biasa. Atmosfer suporternya sangat hebat dan para pemain bermain dengan penuh semangat,” ucapnya.

Sektor kepemimpinan pengadil lapangan menjadi salah satu poin yang disoroti oleh pria asal Belanda tersebut. Johnny Jansen secara terbuka menyatakan kurang menyukai kebiasaan para pemain yang terlalu sering melayangkan protes kepada wasit selama pertandingan berlangsung.

“Selalu ada duel dengan wasit, selalu ada keluhan kepada wasit. Jujur, itu bukan sesuatu yang saya sukai, tetapi itulah realitas sepak bola di sini,” katanya.

Evaluasi lain dari Johnny Jansen tertuju pada organisasi permainan klub-klub di Indonesia. Dia melihat formasi dan taktik tim sering kali pecah atau kehilangan struktur aslinya ketika pertandingan sudah memasuki menit-menit krusial di akhir babak.

Kondisi melonggarnya organisasi tim ini dinilai membuat jalannya pertandingan menjadi sangat terbuka. Efeknya, penonton sering disuguhi gol-gol dramatis menjelang peluit panjang ditiup oleh wasit.

“Pada akhir pertandingan, jarak antarlini sering menjadi terlalu jauh sehingga banyak ruang terbuka. Itu sebabnya banyak gol tercipta di menit-menit akhir,” jelasnya.

Pengalaman baru di luar lapangan hijau juga memberikan kesan mendalam bagi sang pelatih selama menukari Bali United. Dia menceritakan pengalamannya saat melakoni laga tandang yang harus ditempuh melalui jalur darat.

Faktor keselamatan dan padatnya arus lalu lintas di jalan raya sempat membuat pelatih berkebangsaan Belanda ini merasa waswas selama berada di dalam kendaraan tim.

“Kadang kami harus naik bus dua sampai tiga jam dan saya duduk di belakang sopir. Jujur saja, lalu lintas di sini terkadang membuat saya takut,” ucapnya sambil tertawa.

Segala ketegangan tersebut diakui langsung sirna berkat militansi dan dukungan masif dari para suporter di Indonesia. Atmosfer luar biasa ini dia rasakan baik saat Bali United bermain di kandang maupun kala bertandang ke markas tim besar seperti Persib Bandung dan Persija Jakarta.

Ambisi Mengamankan Tiga Poin

Pilar lini belakang Bali United, Joao Ferrari, menegaskan bahwa motivasi timnya tidak mengendur sama sekali. Walau hasil laga melawan Dewa United tidak lagi memengaruhi status perebutan takhta juara, target utama mereka tidak berubah.

“Ini pertandingan terakhir musim ini dan kami ingin menutupnya dengan hasil yang baik. Kami datang untuk meraih tiga poin,” ujar Joao Ferrari.

Pemain yang berposisi sebagai bek tengah ini menjamin bahwa seluruh skuad Serdadu Tridatu tetap menjaga konsentrasi tinggi guna menyuguhkan performa maksimal bagi para pendukung setia.

“Kami selalu bermain untuk menang. Fokus kami tetap sama, bertarung sepanjang pertandingan dan memberikan yang terbaik,” tutupnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author