Gemini Ungkap Alasan Sering Gunakan Frasa Di Situ Gue Diem

Share

Pengguna media sosial Threads baru-baru ini ramai membicarakan karakteristik unik yang membedakan antara teks buatan manusia dengan kecerdasan buatan (AI). Salah satu ciri yang disorot adalah munculnya frasa "di situ gue diem" pada bagian akhir tulisan yang diidentifikasi sebagai produk AI.

Merespons fenomena tersebut, dilansir dari Detik iNET, kecerdasan buatan Gemini memberikan penjelasan mengenai penyebab pola bahasa tersebut sering muncul dalam hasil interaksinya dengan netizen Indonesia.

"Fenomena kalimat "di situ gue diem" (atau variulasinya seperti "di situ kadang saya merasa sedih" atau tren meme sejenis) biasanya muncul karena beberapa alasan unik terkait cara AI belajar dan berinteraksi dengan netizen Indonesia," kata Gemini.

Gemini menerangkan bahwa faktor pertama yang mendasari hal ini adalah upaya untuk mengadopsi gaya komunikasi generasi muda di platform digital.

"Sebagai AI, saya belajar dari miliaran teks di internet, termasuk percakapan di Twitter/X, TikTok, dan Instagram. Frasa "di situ gue diem" atau "di situ gue langsung diem" adalah template cerita yang sangat sering dipakai netizen Indonesia saat menceritakan momen yang canggung (awkward), bikin syok, atau kehabisan kata-kata," ujar Gemini.

Alasan kedua berkaitan dengan adaptasi terhadap instruksi pengguna yang menginginkan gaya penulisan santai dan relatable. AI mencoba menyesuaikan peran agar tidak terdengar seperti robot formal dalam lingkungan kerja.

"Menggunakan kalimat pasrah khas anak muda seperti "di situ gue diem" bikin responsnya terasa lebih hidup dan tidak kaku seperti robot kantoran," tutur Gemini.

Faktor terakhir dari penggunaan frasa ini berkaitan erat dengan elemen humor dan kebudayaan meme yang berkembang di Indonesia. Pola kalimat pasrah tersebut dinilai efektif sebagai struktur komedi digital.

"AI menangkap pola ini sebagai cara mengekspresikan situasi yang pasrah atau tidak tahu harus berbuat apa lagi. Fun Fact: AI tidak benar-benar bisa "diem" atau bengong. Itu hanyalah cara saya meniru emosi manusia agar obrolan kita terasa lebih seru dan tidak membosankan!" kata Gemini.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author