Memahami Bacaan Takbiran Idul Adha dan Tata Cara Takbir Salat Id
Umat Muslim mengumandangkan takbiran Idul Adha untuk menyambut Hari Raya Idul Adha dengan penuh suka cita. Melalui lantunan pujian ini, masyarakat dapat lebih mudah menghayati makna mengagungkan Allah SWT.
Pelaksanaan ibadah ini juga berkaitan erat dengan ketentuan jumlah takbir dalam salat Idul Adha yang kerap menjadi perhatian. Dilansir dari HaiBunda, jumlah takbir salat Id memiliki aturan yang berbeda dari salat sunnah lainnya.
Ketentuan tersebut merujuk pada hadits riwayat Aisyah RA mengenai tata cara Rasulullah SAW saat menunaikan salat Id. Nabi Muhammad SAW melakukan tujuh kali takbir pada rakaat pertama dan lima kali takbir pada rakaat kedua.
Buku Panduan Sholat Rosulullah 2 oleh Imam Abu Wafa mencatat bahwa riwayat ini tercantum dalam hadits riwayat Imam Abu Dawud dan Imam Malik. Berikut adalah bunyi hadits yang menjelaskan jumlah takbir tersebut:
أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُكَبِّرُ فِي الفِطْرِ وَالْأَضْحَى فِي الْأَوْلَى سَبْعَ تَكْبِبْرَاتٍ وَفِي الثَّANِيَةِ خَمْسًا
Artinya: "Sesungguhnya Rasulullah SAW bertakbir pada salat Idul Fitri dan Idul Adha sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua." (HR Abu Dawud dan Malik)
Tujuh kali takbir di rakaat pertama dikumandangkan setelah takbiratul ihram sebelum membaca surah Al-Fatihah. Sementara pada rakaat kedua, lima kali takbir dibaca sebelum memulai bacaan surah Al-Fatihah.
Takbiran Idul Adha merupakan bentuk zikir dan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, bukan sekadar tradisi memeriahkan hari raya. Umat Muslim diajak mengingat kebesaran Allah sebelum, saat, hingga setelah perayaan berlangsung.
Al-Quran surat Al-Hajj ayat 28 menjelaskan tentang keutamaan mengumandangkan takbir ini melalui firman Allah SWT:
لِّيَشْهَدُوْا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْلُوْmٰتٍ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۚ فَكُلُوْا مِنْهَا وَاَطْعِمُوا الْبَاۤىِٕسَ الْفَقِيْرَ ۖ
Artinya: "Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah (berdzikir) pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang diberikan Dia kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir."
Melalui ayat tersebut, takbir Idul Adha 2026 menjadi amalan untuk memperbanyak zikir sekaligus mengingat nikmat-Nya. Mengumandangkan takbir menjadi cara sederhana menambah rasa syukur serta mendekatkan diri kepada-Nya.
Perbedaan Takbir Idul Adha dan Idul Fitri
Perbedaan utama antara takbiran Idul Adha dan Idul Fitri terletak pada waktu pelaksanaannya. Teks kalimat takbir pada dasarnya sama sehingga umat Muslim melafalkan pujian dengan lafaz yang serupa.
Umat Muslim dianjurkan mengumandangkan takbir mursal sejak malam 1 Syawal hingga menjelang salat Idul Fitri. Sementara untuk Idul Adha, takbiran muqayyad lebih dianjurkan untuk diamalkan jamaah.
Takbir muqayyad dimulai sejak Subuh pada hari Arafah dan terus dilantunkan sampai berakhirnya hari tasyrik. Oleh karena itu, takbir Hari Raya Idul Adha biasanya terdengar lebih lama setelah salat fardu berjamaah.
Hukum Takbiran Idul Adha
Hukum melaksanakan takbiran Idul Adha adalah sunnah yang sangat dianjurkan untuk diamalkan umat Muslim. Kumandang zikir ini dilakukan sejak malam Idul Adha hingga hari-hari tasyrik berikutnya.
Buku Fikih Ibadah Madzhab Syafi'i menyebutkan bahwa anjuran takbiran Idul Adha didasarkan pada firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 203:
وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَّعْدُودَاتٍ
Artinya: "Dan berzikirlah (dengan menyebut nama Allah dalam beberapa hari yang berbilang." (Al-Baqarah: 203)
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa beberapa hari yang berbilang dalam ayat tersebut merujuk pada hari-hari tasyrik. Umat Muslim pun dianjurkan terus mengingat kebesaran Allah SWT pada momen tersebut.
Waktu Membaca Takbiran Idul Adha
Buku Fikih Salat Sunnah oleh Ali Musthafa Siregar membagi takbir hari raya menjadi dua macam berdasarkan waktu pengalamannya. Berikut adalah penjelasan mengenai kedua jenis takbir tersebut:
1. Takbir Mursal
Takbir mursal merupakan lantunan takbir yang pembacaannya tidak berkaitan langsung dengan pelaksanaan salat wajib maupun sunnah. Amalan ini dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja saat beraktivitas.
Pelaksanaan takbir mursal dimulai sejak matahari terbenam pada malam hari raya hingga imam memulai salat Id dengan takbiratul ihram.
2. Takbir Muqayyad
Pelaksanaan takbir muqayyad berkaitan langsung dengan waktu selesai menunaikan ibadah salat, baik fardu maupun sunnah. Amalan zikir ini dimulai setelah salat Subuh pada tanggal 9 Dzulhijjah atau hari Arafah.
Kumandang takbir muqayyad dilanjutkan hingga setelah salat Ashar pada 13 Dzulhijjah, yang menandai akhir dari hari tasyrik.
Tata Cara Takbiran Idul Adha 2026
Takbir Idul Adha dibaca mulai 9 Dzulhijjah hingga akhir hari tasyrik secara sendiri maupun berjemaah. Pelaksanaannya bisa dilakukan di masjid, musala, ataupun di rumah dengan panduan sebagai berikut:
1. Membaca niat dan menghadirkan rasa khusyuk untuk memuliakan Allah SWT dengan tulus.
2. Mengumandangkan bacaan lafaz takbir yang umum dilantunkan umat Muslim.
3. Membaca takbir dengan suara lantang, jelas, serta tetap menjaga ketertiban di masjid.
4. Melaksanakan takbir setiap selesai salat wajib selama hari tasyrik, yakni 9 sampai 13 Dzulhijjah.
5. Menjaga adab bertakbir dengan sikap sopan dan tidak berlebihan agar tidak mengganggu kekhusyukan.
Bacaan Takbiran Idul Adha Sesuai Sunnah
Lirik takbir Idul Adha terdiri dari rangkaian bacaan takbir, tahlil, serta tahmid yang umum dilantunkan masyarakat:
اللهُ اكبَرْ، اللهُ اكبَرْ اللهُ اكبَرْ لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر، اللهُ اكbَرُو ِللهِ الحَمْد
Arab latin: Allahu Akbar, Allahu Akbar Kabira, Laa ilaaha illallaahu wallahu Akbar, Allahu Akbar walillaah ilhamd
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah."
Bacaan Takbir Idul Adha Versi Pendek
Teks takbir Idul Adha versi pendek yang dapat dilantunkan bersama keluarga:
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا
Arab latin: Allahu Akbar, Allahu Akbar, kabiran.
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dengan kebesaran-Nya."
Bacaan Takbir Idul Adha Versi Panjang
Buku Panduan Praktis Salat Wajib & Sunah karya Abdul Bakir memuat bacaan takbir panjang yang diamalkan usai salat wajib:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرَ اللهُ أَكْبَرُ, لا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْد ×٣
اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ Lِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً, لا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Arab latin: Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil hamdu (3×).
Allaahu akbar kabiira wal hamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukrataw wa ashiila. Laa ilaaha illallaahu wa laa na'budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahud diina wa lau karihal kaafiruun. Laa ilaaha illallaahu wahdahu, shadaqa wa'dahu, wa nasara'abdahu, wa a'azza jundahu wa hazamal ahzaaba wahdahu. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar wa lillaahil hamdu.
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, dan segala puji bagi Allah. Allah Maha Besar dan Maha Agung dan segala puji bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang, tiada Tuhan melainkan Allah dan tidak ada yang kami sembah kecuali hanya Allah, dengan ikhlas kami beribadah kepada-Nya, walaupun orang-orang kafir membenci. Tidak ada Tuhan melainkan Allah sendiri-Nya dan Dia mengusir musuh nabi-nabi-Nya dengan sendiri-Nya, tiada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan bagi-Nya segala puji."
Bacaan Takbir 7 Kali Salat Idul Adha
Terdapat beberapa versi bacaan di antara takbir salat Idul Adha yang bisa diamalkan oleh para jemaah:
Versi 1
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَر
Arab latin: Subhana allahi wal hamdu lillahi walaa ilaha illa allah, wallahu akbar
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar."
Versi 2
سُبْحَانَ اللهِ وَالحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاَللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ
Arab latin: Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar, wa lâ haula walâ quwwata illâ billâhil 'aliyyil azhîm.
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, dan tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang Maha Tinggi Lagi Maha Agung."
Versi 3
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ . اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي
Arab latin: Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar. Allahummaghfirlii war hamnii
Artinya: "Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah. Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku."
Bacaan Takbir 5 Kali Rakaat Kedua Salat Idul Adha
Bacaan takbir lima kali pada rakaat kedua memiliki pilihan lafaz yang sama dengan rakaat pertama:
Versi 1 Arab Latin: Subhana allahi wal hamdu lillahi walaa ilaha illa allah, wallahu akbar. (Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.")
Versi 2 Arab Latin: Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar, wa lâ haula walâ quwwata illâ billâhil 'aliyyil azhîm. (Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, dan tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang Maha Tinggi Lagi Maha Agung.")
Versi 3 Arab Latin: Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar. Allahummaghfirlii war hamnii. (Artinya: "Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah. Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku.")
Niat Salat Idul Adha
Salat Idul Adha dilakukan secara berjamaah dengan dipimpin seorang imam. Berikut bacaan niat salat Idul Adha untuk imam maupun makmum:
أُصَلَّى سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ (مَأْمُوْمًا إِمَامًا) لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ.
Arab latin: Ushalli sunnatal li'idil adha rak'ataini mustaqbilal qiblati (ma'mûman/imâman) lillahi ta'ala. Allâhu Akbar…
Artinya: "Aku niat salat sunah Idul Adha dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum/imam karena Allah Taala." Allahu Akbar…
Tata Cara Salat Idul Adha Beserta Bacaannya
Berikut langkah-langkah pelaksanaan ibadah salat Idul Adha secara runtut dan benar:
1. Aba-aba Bilal
Bilal atau muraqi memberikan tanda seruan ketika imam sudah berada di mihrab. Seruan yang dikumandangkan berupa kalimat: "Shalla sunnatal li'idil adha rak'ataini jamiatan rahimakumullah" sebagai tanda ibadah segera dimulai.
2. Membaca Niat dan Takbiratul Ihram
Imam berdiri memimpin ibadah dan melafalkan niat bersamaan dengan gerakan takbiratul ihram, yang kemudian diikuti oleh seluruh makmum di belakangnya.
3. Doa Iftitah dan Prosesi Takbir
Jamaah membaca doa iftitah terlebih dahulu sebelum memulai takbir tambahan. Pada rakaat pertama dilakukan tujuh kali takbir, dan rakaat kedua dilakukan lima kali takbir, di mana di sela-sela takbir dianjurkan membaca tasbih.
4. Membaca Surah Al-Fatihah dan Surah Pendek
Setelah takbir rakaat pertama selesai, jamaah membaca ta'awudz dilanjutkan Al-Fatihah, lalu disunnahkan membaca surah Qaf atau Al-A'la. Pada rakaat kedua setelah lima kali takbir, jamaah membaca Al-Fatihah dilanjutkan surah Al-Qamar atau Al-Ghasyiyah.
5. Rukun Salat dan Khutbah
Gerakan salat diselesaikan seperti biasa hingga diakhiri dengan salam. Setelah itu, bilal memberikan aba-aba penanda khutbah dimulai dan menyerahkan tongkat kepada khatib untuk menyampaikan khutbah Idul Adha.