Kanada Wajibkan Netflix dan Spotify Setor Pendapatan Domestik 15 Persen
Pemerintah Kanada mewajibkan penyedia layanan streaming global termasuk Netflix Inc. dan Spotify Technology SA untuk mengalokasikan 15 persen dari pendapatan tahunan domestik mereka guna mendukung konten lokal Kanada serta komunitas Pribumi.
Kebijakan baru tersebut diumumkan oleh Komisi Radio-televisi dan Telekomunikasi Kanada (CRTC) pada Kamis (22/5/2026), dilansir dari Bloombergtechnoz.
Regulasi ini merupakan bagian dari implementasi Online Streaming Act yang bertujuan mengintegrasikan platform digital asing ke dalam sistem penyiaran domestik secara adil sesuai dengan skala usaha mereka.
Melalui aturan ini, beban kontribusi penyiar tradisional diturunkan menjadi 25 persen dari pendapatan domestik, setelah sebelumnya berada pada kisaran 30 hingga 45 persen.
Sebaliknya, kewajiban untuk platform streaming naik signifikan dari kontribusi dasar yang sebelumnya hanya ditetapkan sebesar 5 persen.
Pemerintah mengatur agar lebih dari separuh dari total dana kontribusi dari penyedia layanan online ini dialokasikan langsung untuk mendanai produksi konten lokal, sedangkan sisanya disalurkan ke berbagai dana bantuan penyiaran.
Kebijakan ini memicu ketegangan baru karena Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) melalui Jamieson Greer mengidentifikasi aturan tersebut sebagai hambatan perdagangan resmi.
Selain itu, anggota Kongres AS dari Partai Republik juga telah mengajukan rancangan undang-undang pada Maret lalu untuk memulai investigasi perdagangan terhadap kebijakan Kanada ini.
Sejauh ini, asosiasi yang mewakili platform streaming besar seperti Netflix, Walt Disney Co., dan Amazon.com Inc. masih menahan diri untuk memberikan tanggapan resmi karena proses hukum sebelumnya masih berjalan di Pengadilan Banding Federal.
Regulator federal menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan keadilan bagi semua pelaku industri di dalam ekosistem penyiaran Kanada.
"memastikan penyiar tradisional dan online berkontribusi terhadap penciptaan konten Kanada dan Pribumi secara adil sesuai ukuran dan model bisnis mereka," kata lembaga regulator penyiaran federal tersebut dalam sebuah pernyataan resmi.
Di sisi lain, otoritas penyiaran Kanada menyadari bahwa perusahaan-perusahaan digital global tersebut keberatan dengan aturan pengetatan dana wajib ini.
"Tidak ada pihak yang senang diatur. Tidak ada pihak yang benar-benar senang ketika diminta membayar lebih banyak ke dalam suatu sistem," ujar Scott Shortliffe, Wakil Presiden Penyiaran Canadian Radio-television and Telecommunications Commission.