Kombes Muhammad Arsal Sahban Masuk Kandidat Hoegeng Awards 2026

Share

Kombes Muhammad Arsal Sahban berkomitmen kuat untuk mempertahankan integritas tinggi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas melalui tugas-tugas kepolisian yang diembannya. Rekam jejak kepemimpinannya teruji saat menjabat sebagai Kapolres Lumajang, Jawa Timur, melalui tindakan tegas terhadap berbagai bentuk kejahatan jalanan. Dilansir dari Detikcom, perwira menengah ini kini masuk dalam jajaran kandidat tiga besar Hoegeng Awards 2026 untuk kategori Polisi Berintegritas.

Saat ini, Kombes Arsal menjalankan tugas sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Eksus Bareskrim Polri sekaligus memegang tanggung jawab sebagai Koordinator Posko Presisi Polri.

Waka Posko Presisi Polri Brigjen Indarto memberikan testimoni langsung mengenai dedikasi dan komitmen kerja yang ditunjukkan oleh Kombes Arsal selama ini. "Pak Arsal itu anaknya cerdas, lalu pekerja keras, dan yang saya suka dia berani menegur anggota yang kurang tepat. Ini saya pikir kuncinya, karena kalau orang yang baik, orang yang berintegritas itu banyak. Di polisi banyak orang baik, tapi orang yang baik dan mampu memaksakan kebaikan itu dilaksanakan, itu yang jarang," kata Brigjen Indarto saat ditemui detikcom, Rabu (20/5/2026).

Brigjen Indarto menambahkan bahwa fungsi utama Posko Presisi meliputi pengawasan, analisis, dan pengukuran kinerja di seluruh jajaran institusi Kepolisian Republik Indonesia. Oleh karena itu, keberadaan figur yang memiliki ketegasan serta integritas moral seperti Kombes Arsal sangat dibutuhkan dalam posisi strategis tersebut.

"Pada dasarnya kegiatan-kegiatan Presisi itu hubungannya dengan berintegritas, pelayanan publik yang anti korupsi dan anti diskriminatif, berkualitas, itu kan membutuhkan sosok monitoring dan evaluasi, orang yang berintegritas," tutur dia. Dukungan senada juga mengalir dari Supervisor Sentra Pelayanan reserse Bareskrim Polri, Brigjen Pol Daddy Hartadi, yang menilai tinggi kualitas profesionalisme rekan sejawatnya. "Saya melihat bahwasanya Arsal adalah seorang yang berintegritas.

Berintegritas di sini tidak hanya berintegritas secara moral, tetapi secara kinerja. Jadi integritas dia terkait pekerjaan tugas dan tanggung jawabnya itu sangat kuat sekali," kata Daddy.

"Yang bersangkutan detail di dalam menyelesaikan setiap persoalan, atau permasalahan kemudian dia juga fokus terhadap apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya," imbuhnya.

Inovasi Keamanan di Lumajang

Sebelum ditarik ke Mabes Polri, Kombes Arsal pernah memimpin Kepolisian Resor Lumajang pada periode tahun 2018 hingga 2019. Masyarakat setempat, termasuk seorang warga bernama Ikhlasun, mengaku merasakan dampak langsung dari perubahan situasi keamanan selama masa jabatan tersebut. "Saya juga korban dari kejahatan, dua kali motor saya hilang, hilang di rumah maupun di luar. Pak Arsal ini masuk Lumajang tahun 2018-2019 sebagai Kapolres, datang dari Jakarta yang tidak tahu situasi di Lapangan," kata warga Lumajang, Ikhlasun.

Ikhlasun menjelaskan bahwa terobosan taktis dilakukan dengan mendirikan unit operasional khusus yang dikenal secara luas oleh warga dengan nama Tim Cobra.

"Masuk dia membikin inovasi dalam mitigasi kejahatan, dia membentuk Tim Cobra, dari sana kemudian dia susun kerangka kerja, kerangka gerak, kerangka yang kemudian bisa membikin situasi menjadi aman dan damai yang fokus pada begal dan maling sapi," tutur dia. Kombes Arsal mengenang awal masa dinasnya di Lumajang dengan melakukan pemetaan mendalam terhadap tiga persoalan utama yang paling meresahkan masyarakat setempat.

"Yaitu masalah begal, kedua pencurian sapi, ketiga konflik horizontal tambang pasir. Lahir ada namanya Tim Cobra, Satgas Keamanan Desa, ada Garasi Ternak. Bicara masalah Tim Cobra, ini sebenarnya kan kita butuh masyarakat itu paham bahwa ada sosok yang melindungi mereka," kata Arsal. Tim taktis tersebut bergerak aktif mulai dari pencegahan berupa patroli wilayah hingga penegakan hukum keras terhadap pelaku begal, pencurian, dan tambang ilegal.

"Sebenarnya tidak hanya sekedar patroli, karena Tim Cobra ini leader utamanya adalah Reskrim, tapi akhirnya semua lini, termasuk Sabhara pun kita pilih yang terbaik, sehingga Tim Cobra ini penangkapan pada saat Reskrim, patroli juga iya," ucap dia. Prinsip dasar yang dipegang teguh adalah menghasilkan dampak positif yang luas sebagai indikator utama keberhasilan sebuah kepemimpinan. "Bekerja itu harus memberikan dampak yang besar, banyak orang baik tapi kalau bicara leadership kita bicara dampak, semakin luas dampak positif yang kita hasilkan, maka itu adalah indikator keberhasilan," pungkasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author