Amanda Manopo Fokus Beri ASI Dua Tahun Tanpa Diet Ketat
Aktris Amanda Manopo memilih untuk tidak terburu-buru menjalani program diet setelah melahirkan anak pertamanya pada 6 Juni 2026 demi fokus memberikan air susu ibu eksklusif selama dua tahun, sebagaimana dilansir dari HaiBunda.
Langkah tersebut diambil Amanda bersama suaminya, Kenny Austin, dalam mengurus anak mereka yang bernama Zac. Demi mengoptimalkan pemenuhan nutrisi sang buah hati, Amanda kini menerapkan metode kombinasi dalam memberikan ASI.
"Saya mengusahakan dua tahun. Itu kalau Tuhan mengizinkan dan dikasih kelancaran sama Tuhan (untuk mengASIhi) dua tahun," kata Amanda Manopo.
Metode gabungan yang diterapkan oleh perempuan berusia 26 tahun tersebut meliputi pemberian ASI secara langsung atau direct breastfeeding serta memompa ASI. Upaya ini dilakukan untuk mengejar target berat badan bayinya.
"Sekarang gabung DBF dan pompa karena harus ngejar berat badan, terus biar enggak kuning," ujar Amanda Manopo.
Keputusan untuk menunda penurunan berat badan ini mendapat dukungan penuh dari pihak keluarga. Amanda menegaskan pentingnya asupan makanan yang cukup agar produksi ASI untuk anaknya tidak terhambat.
"Enggak boleh diet ya. Enggak mengurangi asupan makan karena nutrisinya buat baby," kata Amanda Manopo.
Pilihan Amanda Manopo sejalan dengan pandangan ahli nutrisi yang menyatakan bahwa penurunan berat badan bukan prioritas utama pada pekan-pekan pertama pascamelahirkan. Diet yang keliru dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan ibu serta proses menyusui.
"Penurunan berat badan seharusnya tidak menjadi prioritas utama selama beberapa minggu pertama. Seorang perempuan akan tahu kapan waktunya tepat," kata Jillian Kubala, Ahli Nutrisi.
Alih-alih membatasi makanan secara ekstrem, ibu menyusui disarankan untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat demi menjaga stamina. Berdasarkan studi di jurnal Nutrients tahun 2019, proses menyusui itu sendiri secara alami mendukung penurunan berat badan, terutama dalam tiga bulan pertama.
"Lakukan secara perlahan, tetap makan untuk mengatur hormon, menjaga kesehatan mental, dan menjaga energi," kata Jillian Kubala.
Penelitian lain dalam Medical Clinics of North America tahun 2016 menunjukkan menyusui eksklusif membakar sekitar 500 kalori tambahan per hari. Selain faktor nutrisi, keberhasilan menyusui juga sangat dipengaruhi oleh keterlibatan dan dukungan dari suami.
"Memahami mengapa menyusui itu penting adalah bagian dari persamaan (peran laki-laki dan perempuan). Agar para ayah dapat menjadi pasangan yang sepenuhnya mendukung, mereka juga harus memahami beberapa dasar menyusui," tulis UNICEF.