Hasil Tes DNA Bayi Kembar IVF di India Ungkap Bukan Anak Kandung

Share

Sepasang suami istri di Gurugram, India, mendapati hasil tes DNA anak kembar mereka tidak memiliki kemiripan genetik dengan kedua orang tuanya setelah menjalani program bayi tabung atau IVF. Kasus dugaan kesalahan penanganan embrio di klinik fertilitas ini kini dibawa ke ranah hukum oleh pihak keluarga.

Peristiwa mengejutkan ini pertama kali dilaporkan oleh Times of India dan dilansir dari HaiBunda pada Rabu, 24 Juni 2026. Rahul Rathore selaku ayah dari bayi kembar tersebut awalnya merasa impian memiliki anak sudah terwujud, namun kegelisahan seiring berjalan waktu mendorong mereka melakukan tes DNA demi mendapatkan kepastian.

Pemeriksaan DNA medis tersebut kemudian membuktikan bahwa kedua bayi yang dirawat sejak lahir itu secara biologis bukan berasal dari pasangan ini. Melalui jalur hukum, pasutri tersebut berupaya mencari kejelasan mengenai prosedur yang mereka jalani sekaligus mencari keberadaan anak kandung mereka yang sebenarnya.

Insiden tertukarnya embrio (embryo mix-up) telah diakui dalam Journal of Assisted Reproduction and Genetics (2026) sebagai peristiwa buruk yang serius dalam praktik IVF. Studi tersebut mencatatkan bahwa kesalahan umumnya bersifat sistemik dari gabungan beberapa faktor kegagalan sistem, bukan sekadar kesalahan individu tunggal.

Organisasi internasional seperti European Society of Human Reproduction and Embryology (ESHRE) sebenarnya sudah menetapkan standar pelabelan ketat dan sistem verifikasi berlapis untuk mencegah kesalahan identifikasi. Walau teknologi mutakhir seperti sistem barcode elektronik dan RFID telah digunakan di berbagai klinik, faktor manusia dan pengendalian sistem tetap menjadi komponen krusial karena risiko administratif tidak sepenuhnya nol.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author